Sat Lantas Polres Pandeglang Tingkatkan Pelayanan SIM

0
503

POLRES Pandeglang terus membenahi pelayanan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM). Salah satu upaya peningkatan pelayanan, saat ini Satlantas Polres Pandeglang menghadirkan alat khusus sebagai Survei Kepuasan Pemohon (SKP).

Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Tesyar Rhofadli Prayitno mengungkapkan, SKP bisa mengetahui sejauh mana pelayanan yang diberikan petugasnya kepada para pemohon SIM.

“Kami menggunakan alat parameter yang mengukur kepuasan pemohon dalam mengurus SIM. Melalui alat itu bisa dijadikan evaluasi kami untuk lebih baik. Hari ini saja, 50 persen puas, 23 persen cukup puas, sisanya tidak puas,” ungkap AKP Tesyar, Selasa (10/04/2018).

Selain menyediakan SKP, pihaknya juga menyediakan layar khusus yang menampilkan tata cara pembuatan SIM dan berbagai jenis imbauan tentang berlalu lintas.
Kata dia, hal itu dilakukan sebagai sarana mengedukasi masyarakat agar menerapkan tata cara berlalu lintas yang baik.

“Teknologi ini sebagai bentuk komitmen kami untuk mengedukasi masyarakat. Bahkan fasilitas ini baru ada di Polres Pandeglang. Satuan lain di Banten belum ada yang menggunakan sarana seperti itu,” ungkapnya.

Ditambahkannya, sejak adanya fasilitas mengurus SIM secara online atau daring, animo masyarakat juga mulai meningkat, meski tidak signifikan. Kehadiran pembuatan SIM daring memudahkan masyarakat dari berbagai daerah lantaran sudah terintegrasi.

“Untuk masalah SIM online, sudah bisa diterapkan, baik buat baru atau perpanjang. Jadi masyarakat dari daerah mana pun bisa langsung urus SIM. Dan kini, setiap hari rata-rata pengajuannya mencapai 40-50 pemohon. Tadinya paling sekitar 30 orang,” aku Tesyar.

Pihaknya mengimbau, masyarakat untuk selalu menaati peraturan lalu lintas serta melengkapi kendaraan dengan STNK dan juga SIM, dan kendaraan yang sesuai dengan spesifikasi pabrik.

Yayan, salah seorang pemohon SIM C mengapresiasi yang dilakukan Sat Lantas Polres Pandeglang. Dirinya menilai, dengan adanya SKP dan SIM daring mempermudah masyarakat dalam mengurus SIM. Bahkan fasilitas yang disediakan dipandang sebagai terobosan dalam mengedukasi masyarakat.

“Sudah lebih baik, kebutuhan kita jadi dipermudah tidak bertele-tele. Dengan adanya fasilitas itu, jadi penunjang yang baik,” kata Yayan.

Tidak hanya itu, biaya untuk mengurus SIM jauh lebih murah jika melalui calo. “Apalagi saat ini biaya mengurusnya juga murah. Kalau bikin sendiri lebih cepat dan mudah dibanding kalau pakai calo,” tutup Yayan.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Agus

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here