Begini Kritik Akademisi UNMA Banten Terhadap Kepemimpinan Irna-Tanto

0
118

Oleh : Eko Supriatno

1. Pertanyaan mendasar: Apa yang salah dalam pembangunan pengentasan desa tertinggal di Kabupaten Pandeglang? Kepemimpinan bupati sekarang baru mampu entaskan sekitar 7-8 desa dari sisa sekitar 75 desa tertinggal?

2. Ini bukti Irna-Tanto gagal membangun Pandeglang. Fakta di lapangan, berbagai persoalan Pandeglang yang belum tuntas, seperti meningkatnya angka kemiskinan, masih banyak ditemukan sekolah yang rusak, jalan rusak dan berlubang, jembatan putus, irigasi yang tidak terurus, warga yang belum menikmati listrik, warga yang belum terjangkau fasilitas kesehatan, warga yang mengalami gizi buruk, dan sejumlah permasalahan sosial-ekonomi lainnya.

3. Ini bukti bahwa Irna-Tanto bukan tipikal kepala daerah yang inovatif, tetapi tipikal kepala daerah yang sibuk bersandar ke pemerintah pusat. Dan ini adalah bagian dari “rapot merah pemerintahan Irna-Tanto yang gagal total dalam memimpin Pandeglang”.

4. Tipikal inovatif itu artinya membangun daerahnya dengan kreatifitas dan inovasi yang dimilikinya. Ia “mandiri”, mengatur, dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakatnya. Dan tidak perlu sering datang ke pemerintah pusat.

Pembangunan tidak lagi terpaku kepada APBN pemerintah pusat tetapi datang dari suntikan dana para investor swasta yang tertarik berinvestasi di daerah tersebut. Perlu diketahui, sistem otonomi daerah itu sudah berjalan lama, namun pemerintah daerah Pandeglang kelihatannya belum mampu mandiri dan terlalu banyak “berkeluhkesah” dan kalau ketemu isunya sama, anggaran kurang, nah di sinilah dibutuhkannya kepemimpinan “inovasi”.

5. Irna-Tanto juga kurang “amazing” untuk lari dari ketertinggalan. Padahal seharusnya sadar, bahwa untuk “menaikkelaskan” Pandeglang harus melalui langkah awal yaitu membangun dan memperbaiki infrastruktur dasar. Standar pertanyaan “sederhana” yang harus dijawab oleh Irna-Tanto adalah:

• Untuk program ekonomi kerakyatan, apa yang sudah dilakukan pemerintah Kabupaten Pandeglang?
• Apa potensi unggulan Kabupaten Pandeglang?
• Apa fokus dari RPJMD Pandeglang hingga 2019?
• Bagaimana dengan visi dan misi pembangunan Pandeglang?
• Politik anggaran yang dilakukan selama ini seperti apa?
• Kemana fokus anggaran Pandeglang?
• Seperti apa postur APBD Pandeglang agar ketertinggalan Pandeglang tertutupi?
• Bagaimana menghadapi kebijakan presiden soal money follow program prioritas?
• Apa solusi Pandeglang dalam melahirkan kepemimpinan yang andal untuk di pedesaan?

6. Percepatan desa tertinggal asumsi saya juga bisa karena terhambat ego sektoral OPD dan juga kurangnya koordinasi antar OPD dan stakeholdernya dan bisa juga karena penanganannya kurang tepat.

7. Bingung dan tidak habis pikir juga, gelontoran dana desa miliaran rupiah oleh pemerintah masih belum banyak juga menyentuh aspek-aspek pemerataan pembangunan di Pandeglang.

8. Bisa juga akibat penyaluran dana desa yang terbilang pembagiannya masih sama rata antar desa dan kurang dikondisikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

9. Di sinilah sebenarnya tugas Irna-Tanto, harus “hadir” dan harus terus dievaluasi perkembangan dari setiap desa yang berkategori tertinggal, padahal sudah mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah.

10. Pembangunan Pandeglang juga seharusnya bertujuan membuat masyarakatnya bahagia, untuk bisa memiliki nilai tambah dan menjadi lebih berdaya dan bukan sekedar menaikkan pendapatan semata.

11. Melihat fakta kinerja pembangunan daerah Kabupaten Pandeglang yang masih belum menunjukkan kemajuan secara signifikan, sebagaimana diindikasikan dengan masih dikategorikan dan ditetapkannya sebagai daerah tertinggal oleh pemerintah.

Maka publik berharap semua pihak terutama Irna-Tanto, DPRD dan stakeholder untuk lebih fokus dan lebih serius mengevaluasi dan mencari solusi dari permasalahan mengapa Kabupaten Pandeglang masih dinyatakan sebagai kabupaten tertinggal.

12. Saran: Irna-Tanto harus benar-benar sensitif terhadap isu segmen milenial dan isu inovasi yang berbasiskan ekosistem ekonomi digital.

Pertama, Irna-Tanto harus menjadikan segala pendekatan inovatif saat menjalankan kebijakan pembangunan daerah. Dalam praktiknya harus mulai mencari celah pemanfaatan teknologi informasi yang berbasiskan ekonomi digital.

Kedua, Irna-Tanto harus mampu meningkatkan pelayanan publik di Pandeglang dengan berbagai inovasi manajerial dan digital.

Ketiga, Irna-Tanto harus membuka ruang yang sebesar-besarnya kepada pelaku pelaku ekonomi kreatif yang memanfaatkan keunggulan teknologi digital untuk berkembang.

Oleh karena itu, Irna-Tanto harus menyiapkan regulasi yang adaptif-progresif dan managemen konflik yang mumpuni untuk mengantisipasi ketegangan antara pelaku bisnis inovatif dan bisnis konvensional di Pandeglang.

Keempat, karena pelaku inovasi rata-rata ada di rentang usia muda, maka IrnaTanto harus pula sensitif terhadap isu-isu anak muda kekinian. Memberikan ruang dan apresiasi terhadap kreasi-kreasi muda. Bahkan jika diperlukan, Irna-Tanto bisa lebih banyak melibatkan anak-anak muda dalam setiap kebijakan Pandeglang.

Kelima, Irna-Tanto harus mampu meramu insentif yang tepat agar pembangunan di Pandeglang ditopang secara masif oleh aktifasi ekonomi digital. Bahkan jika perlu, Irna-Tanto harus bisa menginisiasi keberpihakan fiskal yang nyata kepada sektor ekonomi kreatif-digital.

Kemudian mendorong dan memfasilitasi pelaku-pelaku UMKM Pandeglang untuk segera beradaptasi dengan pasar digital. Sebut aja misalnya tentang e-management UMKM Pandeglang ke platform bukalapak.com dan tokopedia.com atau membantu transisi pelaku ojek-ojek konvensional menjadi pelaku ojek-ojek online sembari menyiapkan regulasi lokalnya, dan lain-lain.

Keenam, Irna-Tanto harus berjuang mendorong dunia pendidikan di daerah agar melahirkan lingkungan dan materi pembelajaran yang membangun jiwa inovasi dan mampu melahirkan jiwa kewirausahaan inovatif untuk penghuni lingkungan sekolah dan kampus.(*)

*) Penulis adalah dosen UNMA Banten dan juga pemerhati kebijakan pemerintah.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here