NIPPON Shokubai Company Limited (NSCL) Cilegon dan Rekonvasi Bhumi tanam 30.000 mangrove di Pesisir Teluk Banten Kasemen Kota Serang, Kamis (13/9/2018).

Kegiatan tersebut merupakan pencanangan kerjasama antara Rekonvasi Bhumi dengan Nippon Shokubai Company Limited selama lima tahun.

Eksternal Affair dan Legal PT Nippon Shokubai Indonesia (NSI) Cilegon, salah satu anak perusahaan NSCL, Irwan Sambilani mengatakan, kegiatan ini merupakan proyek pertama yang dilakukan oleh PT NSCL di Indonesia. Sebelumnya program tersebut sudah berjalan di Jepang.

“Perusahaan kami ini memang lebih mengutamakan untuk menjaga lingkungan, menghijaukan, sesuai dengan moto kami, green industri,” ungapnya.

Irwan mengatakan, meski bantuan dari pihaknya tidak seberapa besar, namun ini sangat bermanfaat untuk lingkungan di kemudian hari. “Semoga kedepannya dengan proyek ini, kami bisa memberikan bantuan yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Senada diungkapkan Direktur HR dan Administrasi PT NSI Cilegon Heroe Soesanto. Ia mengatakan, program penanaman mangrove tersebut merupakan kerjasama Jepang dan Indonesia untuk mengembalikan Teluk Banten seperti dulu, pantainya bersih dan menjadi tempat favorit untuk rekreasi keluarga.

“Kami mencoba untuk mengembalikan Teluk Banten seperti dulu, menjadi tempat wisata pilihan keluarga kembali. Kami akan terus memantau dan  melibatkan peran masyarakat untuk menjaga serta merawat mangrove yang kami tanam ini,” kata Heroe.

Direktur Eksekutif Rekonvasi Bhumi NP Rahadian berharap kerjasama tersebut membawa manfaat yang besar untuk masyarakat karena ingkungan akan tetap lestari.

“Mangrove selain dapat menahan abrasi, juga tempat ikan ikan beranak pinak karena akar mangrove ini merupakan tempat berlindung para ikan kecil baik hias maupun ikan lainnya dari predator. Kalau ikan banyak masyarakat nelayan yang diuntungkan,” katanya.

Rencananya, kata Nana, jumlah mangrove yang ditanam sebanyak 30.000 pohon. “Untuk tahun pertama 10.000 pohon. Tahun selanjutnta bertahap,” ujarnya.

Redaktur: Dendi S

Reporter: Rakawinanggi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here