MUSIBAH tsunami yang melanda di perairan Selat Sunda, Provinsi Banten, Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 21.30 WIB sedikitnya menewaskan puluhan korban jiwa, korban luka, merusak bangunan dan lainnya.

Lokasi bencana meliputi Pantai Sumur, kawasan Tanjunglesung, Labuan, Carita, Kabupaten Pandeglang hingga kawasan Pantai Anyer, Serang dan sebagian Kabupaten Lampung.

Mengutip dari siaran pers Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, tsunami di pantai Barat Banten tidak dipicu oleh gempa bumi.

Pantauan wartawan di Puskesmas Carita, Pandeglang, Minggu (23/12/2018) pukul 11.35 WIB sudah masuk 65 kantung jenazah yang berasal dari beberapa lokasi tsunami terdekat.

Petugas kepolisian, tenaga kesehatan, SAR, TNI/Polri dan aparat pemerintah setempat terus melakukan proses evakuasi terhadap korban, baik korba meninggal dunia maupun korban luka-luka.

Di halaman Puskesmas Carita nampak riuh karena masyarakat maupun keluarga korban mencoba mencari tahu keberadaan sanak familinya.

Bahkan, isak tangis keluarga korban pecah saat jenazah yang sudah berada di kantung jenazah diturunkan dari mobil ambulans.
Puluhan kantung jenazah nampak dijejerkan di area parkir Puskesmas Carita untuk diproses lebih lanjut.

Chattra (35), korban selamat asal Ciputat, Kota Tangerang Selatan mengatakan, saat kejadian ia dan 15 sanak familinya tengah berlibur di Hotel Mutiara Carita.

“Dari 16 orang, tujuh selamat dan sisanya ditemukan meninggal dunia. Kami rombongan sekeluarga untuk berlibur di Carita,” ujar Chattra.

Redaktur: Fauzi R

Reporter: Ari Supriadi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here