MESKI sudah menorehkan prestasi di berbagai kompetisi di dalam dan luar negeri, keberadaan marching band Gita Surosoan Banten (GSB) masih dipandang sebelah mata oleh Pemprov Banten. Tak hanya tak diberikan anggaran, namun juga tidak diberikan tempat untuk menyimpan alat-alat musik. Bahkan alat-alat bernilai ratusan juta tersebut dikeluarkan secara paksa dari gudang di kompleks eks Pendopo Gubernur Lama (museum Banten).

Kepala Dinas Krpemudaan dan olahraga (Dispora) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengaku tak bertanggngjawab terkait dikeluarkannya alat alat GSB tersebut karena merupakan kewenangan Biro Umum.

“Itu kewenangan Biro Unum. Aset dari Biro Umum, kita tidak berwenang mengganggu gugat,” kata Deden, Serang, Jum’at (15/2/2019).

Deden juga mengatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan Sekertaris Daerah (Sekda) Banten agar segera meminta biro umum untuk menjaga alat marching band GSB.

“Kita sudah kirim surat ke Pak Sekda bahwa sampai saat ini masih kewenangan Biro Umum, agar nanti Pak Sekda memerintahkan untuk dijaga,” tukasnya.

Reporter: Fauzi R
Redaktur: Dendi S

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here