Sekelompok Penyerang Rusak Masjid dan Toko-toko Muslim di Sri Lanka

0
157
Seorang Muslim memeriksa kerusakan di Masjid Abbraar di kota Kiniyama pasca serangan oleh kelompok tak dikenal, Senin (13/5). (VOA INDONESIA)

POLISI di Sri Lanka hari Senin (13/5) menggunakan gas airmata terhadap gerombolan orang yang menyerang masjid dan toko-toko milik Muslim dan memberlakukan larangan keluar di seluruh negeri.

Huru-hara dan kekerasan yang terjadi hari Senin merupakan kekerasan sektarian terburuk sejak pengeboman yang dilakukan militan Islamis pada hari Paskah. Waktu itu militan menyerang hotel, gereja sebagian besar di Kolombo menewaskan lebih dari 250 orang dan negara Islam ISIS mengaku bertanggungjawab. Ini mengobarkan rasa takut bisa memicu pembalasan terhadap Muslim yang minoritas di Sri Lanka.

Hari Senin Muslim di beberapa bagian di propinsi Barat Laut mengatakan untuk hari kedua gerombolan orang menyerang masjid dan merusak toko serta bisnis milik Muslim.

“Serangan dilakukan ratusan perusuh sedang polisi dan tentara hanya menyaksikan. Mereka membakar masjid kami dan merusak banyak toko milik Muslim,” kata seorang penduduk daerah Kottampitiya lewat telepon kepada kantor berita Reuters.

“Kalau kami mencoba keluar, polisi meminta kami tetap berada di dalam rumah,” tambahnya.

Polisi memberlakukan larangan keluar di seluruh negeri dari pukul 9 malam sampai 4 pagi, kata juru bicara Ruwan Gunasekera. Pemerintah melarang sementara jaringan media sosial serta aplikasi pesan seperti WhatsApp menyusul bentrokan di satu bagian negeri yang ditelusur bermula dari pertikaian di Facebook.

Polisi mengatakan pihaknya juga menggunakan gas airmata untuk membubarkan gerombolan perusuh di beberapa tempat di propinsi North Western.

Banyak warga Muslim yang cemas dan gelisah tetap berdiam di rumah. Tetapi orang-orang muda sebagian membawa batangan besi masih terus berkeliaran dengan sepeda-motor kendatipun ada larangan keluar.

Pecahan kaca bertebaran di masjid Abrar di kota Kiniyama yang diserang malam sebelumnya. Semua jendela dan pintu masjid itu dipecahkan dan puluhan kitab suci Al Quran diserakkan di lantai.

Seorang pengurus masjid mengatakan, serangan terjadi ketika sejumlah orang termasuk beberapa biksu Budha menuntut polisi menggeledah masjid setelah tentara memeriksa satu danau seluas 43 hektar di dekatnya. Yang berwenang mengatakan danau dan sumur digunakan untuk menyembunyikan senjata.

Muslim di Sri Lanka mendekati 10% dari jumlah penduduk 22 juta orang yang umumnya suku Sinhala dan beragama Budha.

Sumber : VOA Indonesia
Redaktur : A Supriadi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here