Siap Maju di Pilkada Pandeglang, Vokalis Jamrud Minta Restu Kiai

0
580
KRISYANTO, bakal calon Bupati Pandeglang yang merupakan vokalis grub band Jamrud saat konfrensi pers diPonpes Al-Ihya di Kampung Kaduronyok, Desa Kaduronyok, Kecamatan Cisata, Pandeglang, Sabtu (15/06/2019).(ANDRE SOPIAN/TUNTAS MEDIA)

KRISYANTO, vokalis grup band rock Jamrud mulai menjajaki komunikasi dengan masyarakat, termasuk alim ulama, dan para santri di Kabupaten Pandeglang. Kedatangan pria yang pernah lama tinggal di Kecamatan Cibaliung ini berniat untuk maju pada Pilkada Pandeglang 2020 bersama Hendra Pranova, seniman lokal yang lama berkiprah di Ibukota Jakarta.

Informasi tersebut diketahui dalam acara silaturahmi Krisyanto-Hendra bersama tim pemenangan di Ponpes Al-Ihya di Kampung Kaduronyok, Desa Kaduronyok, Kecamatan Cisata, Pandeglang, Sabtu (15/06/2019).

Pria yang khas dengan kupluk hitam ini ingin membangun Kabupaten Pandeglang menjadi pusat perhatian di Provinsi Banten bahkan nasional. Dirinya bersama pasagannya Hendra tidak akan main-main dalam membangun kabupaten yang terletak di ujung Pulau Jawa tersebut.

“Modal saya modal nekat. Insya Allah saya akan didukung oleh para kiai, santri dan masyarakat Pandeglang. Saya ingin membangun Pandeglang totalitas dan kita ini tidak main-main ingin merubah Pandeglang menjadi pusat perhatian di Provinsi Banten,” ujar anak mantan Danramil Cibaliung ini.

Pria kelahiran 17 Februari 1966 ini menilai, pembangunan di Kabupaten Pandeglang berjalan lambat. Menurutnya, saat ini dunia sudah masuk pada era industri 4.0 atau bukan pada zaman Flintstones (Zaman Batu). Padahal di sisi lain, Kabupaten Pandeglang memiliki potensi luar biasa yang akan menjadi modal pembangunan.

“Potensi Pandeglang ini adalah potensi yang sangat luar biasa dan bisa dimaksimalkan untuk menjadi modal pembangunan. Yang saya lihat dari dulu mungkin pembangunannya seperti lambat tidak pesat, bukan berarti tidak ada pembangunan. Ini kan ini sudah zaman 4.0, kalau kita pakai sistem Zaman Batu ya mungkin susah untuk maju. Jadi saya bersama Pak Hendra bertekad akan memajukan Pandeglang totalitas tidak main-main,” tutur vokalis yang yang terkenal dengan suara seraknya.

Sementara, Hendra Pranova saat ditanya alasan memiliki Ponpes Al-Ihya sebagai starting awal maju pada Pilkada Pandeglang, ia mengaku, tempat merupakan tempatnya dulu menimba ilmu agama dan sepatutnya kembali untuk meminta restu guru.

“Karena di sini (Ponpes Al-Ihya, red) adalah pusat saya berpendidikan, berwawasan, baik politik maupun lingkungan hidup. Terutama karena bagi saya ini adalah restu utama bagi saya untuk serius ke depan, karena di sini konsep segala skala nasional maupun lokal saya yang menyaksikan dari maestro kita KH Fuad Halimi,” pungkasnya pria berambut gondrong ini.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here