BANK Indonesia Perwakilan Banten mengelar Pelatihan Wisata Kota untuk 55 peserta dari 22 komunitas wisata, seni dan budaya di Aula PKK Pemkab Lebak, Sabtu (6/7/2019).

Pelatihan yang rencannya akan dilakukan selama enam pertemuan tersebut bertujuan sebagai penguatan SDM kepariwisataan di Kabupaten Lebak, jelang gelaran Festival Seni Multatuli (FSM) 2019.
Dalam kesempatan itu, BI menggandeng Komunitas Aing, Museum Multatuli dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lebak.

Perwakilan BI Banten, Abdallah Irham mengatakan, salah satu tugas BI yakni menstabilkan nilai tukar rupiah. Kestabilan nilai tukar tersebut tergantung kekuatan ekonomi masyarakat.

“Satu di antara pengungkit ekonomi adalah pariwisata. Meningkatkan ekonomi dengan pariwisata modalnya sangat kecil. Namun efek peningkatan ekonominya sangat bagus dan cepat. BI sangat berkepentingan di sini,” kata Irham.

Irham menilai, keputusan Kabupaten Lebak fokus terhadap wisata sangat tepat. Termasuk wisata kota. Kota Rangkasbitung, sambungnya, memiliki potensi yang besar untuk jadi destinasi wisata kota.

“Banyak yang bisa di-explore. Bagaimana Rangkasbitung menjadi kota yang makin berkembang. Jika semua kota berkembang maka Indonesia makin maju. Itu sesuai dengan visi misi BI, menstabilkan nilai tukar rupiah,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Museum Multatuli Rangkasbitung, Ubaidillah Muchtar mengatakan, pelatihan wisata kota tersebut merupakan salah satu usaha untuk mewujudkan wisata yang beragam termasuk wisata kota.

“Yang hadir kali ini 55 orang dari 22 komunitas pelaku wisata, komunitas pecinta alam, pegiat budaya, dan lain-lain. Harapannya, dari 6 kali pertemuan yang akan diikuti para peserta, bisa mewujudkan keberagaman entitas wisata kota di Rangkasbitung,” harapnya.

Redaktur: Ari S

Reporter: Fauzi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here