PKL Alun-alun Pandeglang Diminta Pindah ke Sentra Kuliner Gedung Juang

0
148

DINAS Perindustrian dan Perdagangan dan ESDM (Disperindag dan ESDM) Kabupaten Pandeglang mengajak para pedagang kaki lima (PKL) berkomitmen agar tidak berjualan di Alun-alun Pandeglang aan segera menempati pusat kuliner yang disediakan oleh pemerintah daerah di Gedung Juang.

Menurut informasi yang didapatkan, pedagang kaki lima yang berjualan di Alun-alun bukan hanya dari Pandeglang saja, akan tetapi ada yang berasal dari Lebak dan Baros.

“Jadi tadi juga saya menghadirkan dari Dishub, Satpol PP, dan juga Dinas Lingkungan Hidup yang berkaitan dengan PKL ini untuk sama-sama. Karena mereka sudah berkomitmen tidak lagi berjualan di alun-alun dan ikut juga menertibkan apa bila masih juga berjualan di alun-alun berarti bukan anggota paguyuban ini,” kata Kepala Disperindag dan ESDM Pandeglang, EA Andi Kusnardi saat ditemui di Gedung Juang, Rabu (28/08/2019).

Dikatakan Andi, seharusnya Gedung Juang ini sudah ditempati oleh pedagang sejak diresmikan oleh Bupati Pandeglang, Irna Narulita 17 Agustus lalu. Tetapi hanya ada 40 lapak yang sudah siap menempati, untuk sisanya masih berjualan di Alun-alun Pandeglang.

“Kurang lebih 60 pedagang sesuai data yang mereka berikan kepada kita ini ada 60 lapak tersedia di Gedung Juang. Jadi mau tidak mau mereka harus membuat perjanjian dengan kita dan mereka pindah ke Gedung Juang,” tuturnya.

Pihaknya sudah bersurat kepada Dinas Perhubungan untuk memasang rambu-rambu bahwa di Gedung Juang terdapat sentra kuliner di Kabupaten Pandeglang dan meminta Dinas Perhubungan agar memasang penerangan PJU di lingkungan Gedung Juang. Ia berharap sentra kuliner di Gedung Juang ini dapat berkembang.

“Para PKL juga saya ajak untuk ikut dalam satu wadah organisasi sehingga atas nama paguyuban organisasi pedagang kaki lima alun-alun ini apabila ada program dari pemerintah baik daerah maupun pusat Insya Allah kita bantu untuk perkembangan mereka,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas Satpol PP Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengatakan, tidak akan memberikan ruang kepada para PKL untuk berjualan di Alun-alun Pandeglang. Pihaknya berjanji akan selalu melakukan penertiban jika masih ada PKL yang membandel.

“Kalau tidak begitu Gedung Juang tidak akan terisi pedagang. Kita back up dari belakang, kalau memang ada sengaja berjualan di tempat yang tidak boleh dilakukan kita akan tindak,” ujar Ali Fahmi Sumanta.

Menurutnya, jika pedagang terus dibiarkan berjualan di tempat yang tidak diperbolehkan maka sampai kapanpun Gedung Juang tidak akan terisi. Ini merupakan upaya terakhir dari Satpol PP, jika masih ada pedagang yang berjualan di Alun-alun Pandeglang mapun di pinggir jalan dirinya tidak akan memberikan toleransi.

“Untuk penjagaan kita kan stand by dari sore saya sudah perintahkan ke anggota, dan kita akan pulang malam. Kita tidak akan bertindak, kita pengawasan dulu, tapi kalau sengaja berdagang kita akan tindak dan kita siapkan juga kendaraan di sana apabila ada akan kita angkut ke mobil,” tegasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here