Hadapi Pilkada Pandeglang, Pengamat Sebut Demokrat Banten Terbelah

0
189

PENGAMAT politik UNMA Banten, Eko Supriatno memprediksi DPD Partai Demokrat Provinsi Banten terbelah menjadi dua kelompok dengan kepentingan berbeda. Kelompok pertama, mereka yang mendukung petahana Irna Narulita sebagai calon Bupati Pandeglang sekaligus kader Demokrat.

Kelompok kedua, mereka yang mendukung Muhamad Nabil Jayabaya anak dari mantan Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya dan juga adik Iti Octavia Jayabaya (Ketua DPD Demokrat Banten), yang sudah dengan terang-terangan menyatakan akan melawan dan menantang Irna Narulita dalam Pilkada Pandeglang 2020.

“Tujuan dua kelompok itu jelas yakni ingin mendapatkan posisi di pemerintahan, melanggengkan trah, dan juga tetap eksis di Demokrat,” ujar Eko Supriatno, Rabu (25/09/2019).

Dosen Fakultas Umum dan Ilmu Sosial (UNMA) mengatakan, proses rekrutmen kandidat pasangan calon kepala daerah ditambah dengan dualisme Partai Demokrat yang terpecah dua, menjadi asumsinya untuk terjadinya peluang konflik.

Sebab, persoalan tersebut merupakan puncak dari dinamika yang mengarah pada perpecahan di tingkat elite Demokrat Banten. Potensi konflik tersebut bisa dilihat dari proses rekrutmen yang tidak akan berjalan mulus.

“Meskipun para elite partai sudah membuat semacam kesepakatan (islah, red) sementara islah sementara tak bisa menjamin luruhnya friksi di tingkat akar rumput. Meskipun elite partai menyepakati nama kandidat yang akan diusung. dua berkas yang berbeda masih menunjukkan adanya tarik menarik kepentingan,” kata Eko.

Lanjutnya, hal tersebut hanya mengutamakan kepentingan elitis partai, alih-alih rekrutmen yang transparan dan demokratis untuk kepentingan pemilih. Menurutnya, hal tersebut akan menjadi kepentingan dan ujungnya “sumber daya finasial”.

“Satu hal yang menurut saya harus menjadi pokok bahasan ketika kita berbicara soal partai politik yakni bagaimana soal pendanaannya,” pungkasnya.

Menurutnya, pengaruh DPP sangat kuat, dipastikan DPP memiliki pengaruh besar dalam “penentu” persoalan tersebut. Tak ada satu pun tahapan pilkada yang lengah dari pengawasan DPP. Sebab itu menjadi domainnya DPP.

“Jadi kuat sekali peran DPP dan juga tentunya Demokrat sudah mempunyai survey internal. Tentang siapa yang memiliki elektabilitas lebih tinggi,” tutup Eko Supriatno.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here