Ngobrol Bareng Investor, Bupati Irna Sebut Investasi Urat Nadi Perekonomian

0
15
Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat bertemu dengan investor berbagai bidang di Pendopo Pandeglang, Kamis (26/09/2019).(ISTIMEWA)

BUPATI Pandeglang, Irna Narulita menilai, investasi merupakan urat nadi dalam perekonomian. Apalagi revisi Perda Rencana Tataruang dan Rencana Wilayah (RTRW) yang diajukan Pemkab Pandeglang kepada Kementerian Agraria Tataruang Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) akan segera rampung. Dengan adanya regulasi tersebut akan memperjelas wilayah yang tepat untuk berinvestasi.

“Tapi saya juga meminta kepada para investor harus bisa bekerjasama dengan kami terkait penyerapan tenaga kerja, untuk RTRW persetujuannya Insyaallah di akhir tahun,” kata Irna Narulita saat bertemu dengan investor berbagai bidang di Pendopo Pandeglang, Kamis (26/09/2019).

Dikatakannya, semua investor sengaja diundang agar bisa bertukar pendapat. Karena tugas pemerintah daerah untuk memberikan kenyamanan kepada siapapun yang mau berinvestasi.

Irna juga memastikan, Pemkab Pandeglang saat ini sudah membuat Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Berusaha. Hal tersebut untuk memantau investor agar tidak sulit dalam berinvestasi di Kabupaten Pandeglang. “Perizinan harus murah, cepat, mudah dan tidak berbelit. Kami tidak dapat mentoleransi jika ada pejabat yang menyulitkan untuk investasi,” tegas Irna.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Joyce Irmawanti menyebutkan, dari 35 kecamatan di Pandeglang ada sejumlah kecamatan yang belum mendapatkan investasi.

Namun Joyce tak menyebutkan kecamatan mana yang belum mendapatkan investasi. Namun, pihaknya tengah mengulik potensi apa saja yang bisa dijual ke para investor terutama bagi kecamatan yang belum mendapatkan investasi.

“Memang ada beberapa kecamatan yang belum mendapatkan investasi, itu menjadi perhatian makanya kecamatan itu harus segara diulik potensinya supaya bisa dijual dan menjual agar bisa menarik investor,” kata Joyce.

Menurutnya, setelah potensi ditemukan promosi termasuk kesiapan infrastrukturnya di berbagai bidang. Pasalnya bakal datang jika semua aksesibilitasnya memadai.
“Caranya dengan promosi, memastikan jaringan insfrastruktur terutama jalan bisa terkoneksi. Bagaimana pun usaha itu sensitif dengan aksesibilitasnya ada tidak, air, listriknya ada tidak dan juga tenaga kerja tersedia atau tidak,” tandasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here