KETUA GP Ansor Pandeglang, Lukmanul Hakim memberikan keterangan pers usai melakukan mediasi dengan Rahmat Zultika di Kantor Inspektorat Pandeglang, Jumat (04/10/2019) siang.(ANDRE SOPIAN/TUNTAS MEDIA)

KASUS dugaan penghinaan terhadap Banser oleh Rahmat Zultika, Sekretaris DPUPR Kabupaten Pandeglang melalui akun Facebook, beberapa waktu lalu terus berlanjut. Jumat (04/10/2019) pagi, kedua belah pihak dimediasi oleh Inspektorat Pandeglang.

Dalam pertemuan itu, pengurus GP Ansor dan Banser secara pribadi sudah memaafkan Rahmat Zultika. Namun tentunya pemberian maaf itu tidak menghentikan proses hukum yang sedang berjalan di Polres Pandeglang.

Ketua GP Ansor Pandeglang, Lukmanul Hakim mengatakan proses mediasi antara Banser dengan Rahmat Zultika mengahsilkan permohonan maaf dari terlapor. Meski begitu proses hukum tetap berlanjut. “Kami secara pribadi memaafkan, tetapi tidak secara organisasi karena kasus ini sudah menjadi atensi (Banser,red) pusat,” kata Lukman.

Mantan anggota DPRD Pandeglang ini berharap Inspektorat Pandeglang dapat bijak dalam menangani kasus tersebut. Dia juga menegaskan, tidak akan mencabut laporan baik dari Inspektorat maupun kepolisian.

“Kita berharap kepada Inspektorat, kasus tetap berlanjut. Begitupun di kepolisian, karena sebagai ASN nyata-nyata telah memberikan preseden buruk. Sudah tidak layak lagi jadi pejabat dan harus mendapat sanksi yang tegas,” tegas Lukman.

Di tempat yang sama kuasa hukum GP Ansor Pandeglang, Asafatul Komar menganggap jika kasus dugaan penghinaan yang dilakukan Rahmat Zultika terhadap Banser di media sosial masuk ranah pidana. Namun demikian dirinya menunggu proses hukum yang berlaku.
“Yang jelas kita adalah negara hukum, kita berproses secara hukum, mengedepankan secara hukum, bukan emosi,” tambahnya.

Usai mediasi, Rahmat Zultika menyatakan rasa penyesalan dan permohonan maaf kepada Banser atas statusnya di Facebook. Bahkan tidak hanya menghapus status yang dinilai menghina Banser, ia juga menutup akun Facebook-nya untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Saya meminta maaf kepada Banser dengan kerendahan hati tidak akan mengulanginya buat Banser ataupun yang lainnya. Kemudian untuk saya pribadi ini merupakan bahan pelajaran buat saya dan saya rasa ini adalah teguran buat saya agar lebih baik,” pungkas Rahmat yang selama wawancara lebih banyak menundukan kepala.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here