Soal Kasus Penusukan Menko Polhukam, Polres Pandeglang Klaim Sudah Maksimal Lakukan Pengamanan

0
32

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengamanan secara maksimal terhadap Menko Polhukam Wiranto saat berkunjung ke UNMA Banten. Bahkan, kata Kapolres, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Fuad Syauki (tokoh Mathla’ul Anwar) untuk pengamanan kunjungan Wiranto.

“Saya selalu berkomunikasi dengan Pak Fuad, sebelum pelaksanaan acara, sampai jam 01.00 malam saya masih berkomunikasi dengan Pak Fuad bagaimana situasi kondisi yang akan kita hadapi pada saat di acara nanti. Sampai pada acara pun saya masih dengan Pak Fuad mengkondisikan bagaimana bisa berjalan dengan lancar, dan aman. Ya, kejadian ini memang tidak diduga, kalau diduga kita tangkap dia dan kita cegah,” ujar Indra kepada wartawan saat ditemui di RSU Berkah Pandeglang, Jumat (11/10).

Kedua terduga pelaku, Syahril alias Abu Rara (31) dan istrinya Fitri Andriana (21) saat ini sudah ditangani oleh Mabes Polri. Kedua pelaku penusukan tersebut dinilai mencoreng nama baik Kabupaten Pandeglang. Kini, penanganan hukum keduanya akan berlangsung secepatnya. “Untuk penyidikan ditangani oleh Densus, jadi untuk proses penyidikan silakan tanyak pada rekan-rekan Densus,” singkatnya.

Dikatakan Indra, dengan adanya peristiwa tersebut, pihaknya masih melakukan pengamanan, baik korban maupun lokasi rumah kontrakan pelaku.

“Untuk pengamanan kita mendapat bantuan personel dari Polda Banten yang berada di Polsek Menes. Personel ini bertugas selain melakukan tindakan preventif, kita juga melakukan patroli, dan ini personil gabungan di Sabhara yang difungsikan untuk mem-backup Polres Pandeglang,” terangnya.

Fuad Syauki Sempat Minta Mie Goreng

Bupati Pandeglang Irna Narulita saat menjenguk korban yakni Fuad menyebut, korban sempat meminta disajikan mie goreng saat dipindahkan dari IGD ke ruang utama, tempatnya dirawat saat ini.

“Yang saya ketahui saudara Fuad yang sudah ditangani di sini (Ruang Utama). Kita doakan beliau (Fuad Syauki, red) cepat sembuh. Syoknya sudah mulai berkurang, malah semalam minta mie goreng dan sudah kita kasih mie goreng buat beliau,” ujar Irna sambil tersenyum.

Sedangkan pascapenyerangan tersebut, Bupati Irna meminta agar insiden yang melukai Menko Polhukam dan sejumlah orang lainnya, dijadikan pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan.

Irna berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi di Pandeglang. Karena dia mengaku, insiden tersebut tidak cuma melukai korban namun juga masyarakat Pandeglang secara keseluruhan. Kini Pandeglang harus menanggung kerugian besar atas kejadian tersebut.

“Saya mengharapkan agar tidak ada lagi hal-hal yang membuat buruk di Pandeglang dan tentunya bukan orang Pandeglang yang melakukannya. Tetapi yang menanggung risiko adalah Pandeglang. Kasianlah mereka semua berupaya sangat-sangat luar biasa untuk menjaga kondusifitas daerah,” tutup bupati.

Saat ini, RSU Berkah Pandeglang hanya merawat seorang korban penyerangan bernama Fuad yang merupakan anggota keluarga besar Mathla’ul Anwar. Sedangkan tiga korban lain, Wiranto sudah dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto juga sudah dipindahkan ke RS Sari Asih, Serang sejak Kamis (10/10/2019) sore. Sedangkan satu korban lagi yang diketahui bernama Yogi, ajudan Danrem 064/MY Serang, sudah lebih dulu pulang karena luka yang dialami tidak begitu serius.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here