Koperasi di Pandeglang Minim Perhatian Pemerintah

0
34

PADA momentum peringatan Hari Koperasi ke-72 tahun, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Pandeglang, menilai sejauh ini perhatian dan dukungan Pemkab Pandeglang terhadap kemajuan koperasi dan Dekopinda Pandeglang masih minim.

Wakil Ketua Dekopinda Pandeglang, Suharta mengatakan pihaknya memilki mimpi besar agar Kabupaten Pandeglang menjadi kabupaten koperasi. Namun mimpi tersebut hingga saat ini belum terwujud, karena kepedulian semua pihak, terutama pemerintah masih minim.

“Sebetulnya kami dari Dekopinda punya mimpi besar, bahwa Kabupaten Pandeglang suatu saat menjadi kabupaten koperasi. Tapi, sampai sekarang masih saja belum terlalu banyak yang peduli terhadap gerakan koperasi,” kata Suharta usai melaksanakan kegiatan peringatan Hari Koperasi ke-72 di Jalan Kesehatan, Pandeglang, Selasa (15/10/2019) siang.

Kata Suharta, selama ini pihaknya juga terus gencar melakukan pembinaan terhadap koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Pandeglang. Namun, gerakannya selama ini belum maksimal karena masih bersifat mandiri tanpa ada dukungan dari Pemkab Pandeglang.
“Terus terang bagi kami, mohon maaf perhatiannya masih minim sekali. Karena kami dari Dekopinda saja sudah beberapa tahun ini belum mendapatkan bantuan. Tapi kami bisa mandiri, karena merupakan kewajiban kami untuk melaksanakan pembinaan koperasi,” jelasnya.

Maka dari itu, Ia menegaskan kepada Pemkab Pandeglang supaya kedepannya benar-benar peduli terhadap Dekopinda, agar pihaknya dapat fokus dan intens melatih koperasi-koperasi yang tersebar di Kabupaten Pandeglang. “Kalau sekarang kami benar-benar mandiri, karena tidak ada sokongan dari Pemkab Pandeglang. Makanya harapan ke depan ada kepedulian dan betul-betul memperhatikan Dekopinda. Dengan begitu ke depan kami bisa melatih koperasi-koperasi secara maksimal karena difasilitasi pemerintah,” harapannya.

Suharta juga menilai, para pengurus koperasi masih banyak yang belum paham tentang kewajibanya melaksanakan diklat. Padahal kewajiban melaksanakan diklat sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor: 22 Tahun 1992 tentang Kewajiban Menyelenggarakan Diklat.
“Kami sebetulnya yang sudah bermitra dengan koperasi-koperasi di Pandeglang dan selalu men-support, karena kami berkewajiban untuk memberikan motivasi serta memberikan arahan,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pandeglang, Tatang Mutasar mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan bantuan modal untuk koperasi. Sebab, modal koperasi itu dari para anggota yang ada dalam naungan koperasi itu sendiri. “Kalau modal itu kan dari mereka anggota, bukan dari pemerintah. Kalau pemerintah kabupaten itu sudah tidak bisa mengeluarkan bantuan,” kata Tatang.

Menurut Tatang, di era digital saat ini, kesiapan koperasi di Kabupaten Pandeglang belum signifikan. Hal itu diklaimnya bukan akibat pembinaan yang dilakukannya, akan tetapi diakibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di tiap-tiap koperasi masih kurang. “Kami sebagai pemda, kami adakan pemberdayaan di sisi SDM-nya,” ujarnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here