Meski “Banting Harga”, Lelang Pengelolaan Pantai Karangsari Sepi Peminat

0
70

PROSES lelang pengelolaan Pantai Karangsari milik Pemkab Pandeglang yang berlokasi di kawasan wisata Pantai Carita hingga tiga kali lelang tak kunjung mendapatkan pemenang. Kurang diminatinya objek wisata tersebut diduga karena dampak bencana tsunami dan juga gempa bumi yang melanda Pandeglang, beberapa waktu lalu.

Bahkan, meski nilai lelang sudah diturunkan dari semula Rp 350 juta menjadi Rp 300 juta dan terakhir turun ke angka Rp 270 juta, tetap saja tidak ada yang berminat untuk mengelola pantai yang sempat bermasalah dalam proses jual belli tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Pandeglang, Asmani Reneyati mengaku, sudah menurunkan nilai lelang pengelolaan Pantai Karangsari, namun hingga saat ini tak kunjung ada peminat.

“Untuk nilai lelang itu kita sampai angka terendah sekitar Rp 270 juta, itu dari Rp 350 juta kemudian turun Rp 300 juta, susah belum ada yang mau saja. Tapi masih bisa ada pemasukan dari retribusi,” ucap Asmani kepada wartawan usai menghadiri upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 di Alun-alun Pandeglang, Senin (28/10/2019).

Dirinya menjelaskan, proses lelang pengelolaan Pantai Karangsari sudah tiga kali gagal lelang. Kondisi tersebut membuat pihaknya kebingungan dalam melakukan lelang, akibat ketakutan pascatsunami.

“Karangsari tiga kali gagal lelang, ini tidak ada yang minat. Karena kan takut, begitu kan pascatsunami ada gempa lagi, padahal kita sudah berikan hiburan festival pada saat itu dari kementrian, kemudian gempa, ya bingung lagi,” jelasnya.

Asmani mengungkapkan, pemasukan pariwisata saat ini hanya ada di tiga lokasi, yaitu kolam Cikoromoy, Cisolong, dan retribusi pantai Karangsari. “Sekitar Rp 400 juta dari tiga destinasi. Karangsari itu gagal lelang, itu udah tiga kali gagal lelang dan masuk berdasarkan retribusi saja, retribusi kan tidak seberapa,” tuturnya.

Namun, saat ini untuk pengembangan destinasi Cisolong dan Cikoromoy akan terus dikembangkan dan pihaknya pun saat ini mengajukan penambahan fasilitas dan wahana.

“Mudah-mudahan lah ini sedang proses pengajuan, Cisolong-lah. Pokoknya kita sudah berupaya maksimal lah, sekarang Cisolong ngitung uang langsung disetorkan, pakai pengawal, semua atributnya dipakai semua, jadi tidak ada orang lain yang ikut campur,” katanya.

Meski demikian, dirinya memastikan pemandian kolam air panas Cisolong sudah tersedia beberapa wahana baru, salah satunya perosotan. “Tapi tahun ini Cisolong ada peningkatan, kita bikin wahana baru. Tahun ini, bulan November, tapi ini sedang dalam proses peningkatan,” tutup Asmani.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here