Unik, Sungai di Pandeglang Ada Kolam Air Panasnya

0
142

SALAH satu objek wisata air panas di Kampung Pasar Gunung, Desa Palembang, Kecamatan Cisata, Kabupaten Pandeglang, salah satu sumber daya alam yang memiliki potensi cukup besar, karena terdapat air panas di tengah sungai.

Pemandian air panas tersebut memiliki keunikan tersendiri, air itu keluar dari lubang yang ada di dasar kali yang di tampung dengan drum. Pemandian air panas itu bukan buatan, namun air panas asli yang langsung keluar dari lobang yang ada di dasar kali Cisata tersebut.

Meski lokasinya di tengah kali, air tetap panas, konon jika pengunjung menaruh uang logam dalam dumnya dan meminta dan berucap “panas, panas, panas” maka air itu akan semakin panas.

Pemandian air panas itu sudah ada sejak puluhan tahun lalu, namun hingga saat ini tidak ada penataan dari pihak-pihak terkait. kawasan wisata tersebut tidak tereksplor secara maksimal, namun tiap Sabtu dan Minggu tidak sedikit wisatawan yang beekunjung ke lokasi.

Para pengunjung wisata air panas, tidak hanya bisa menikmati pemandian air panasnya, melainkan bisa menikmati pula suasana alam yang asri. Karena di sekitar lokasi masih terdapat pepohonan besar yang rindang.

Pengunjung, selain bisa mandi menggunakan air panas ataupun dengan air kali. Air kali yang mengalir langsung dari sumbernya itu cukup jernih dan dingin.

Untuk menuju ke lokasi pemandian air panas di tengah kali, dari jalan raya ke lokasi menempuh jarak sekitar 200 meter dengan jalan kaki. Karena akses jalannya tidak bisa masuk kendaraan, sebab jalannya tanah merah dan menyerupai tangga.

Selain itu, untuk masuk ke kawasan wisata tisak perlu mengeluarkan biaya besar, karena tidak ada biaya masuk. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir kendaraan di pintu masuk atau di rumah warga yang ada di sekitar kawasan wisata tersebut.

Erik, salah seorang pengunjung wisata pemandian air panas mengatakan, pemandian air panas ini cukup alami. Karena air panas keluar langsung dari sumbernya yang berada di dasar kali. Diakuinya, airnya lumayan panas dan tercium bau belerang kawah.

“Airnya agak bau belerang. Artinya air panas ini bukan buatan manusia, tapi alami yang langsung keluar dari sumbernya,” ungkap Erik, Rabu (06/11/2019).

Dikatakannya, setiap Sabtu dan Minggu ia sering berkunjung ke wisata air panas ini. Biasanya, ia mandi dengan air panas tersebut, namun karena sekarang cuacanya lumayan panas, akhirnya ia mandi di air kalinya.

“Air kalinyapun cukup jernih, dan dingin pula. Jadi kami mau berendam di air kali biar adem,” katanya sembari senyum.

Harusnya kata Erik, wisata air panas ini ada yang mengelola, supaya tertata dengan baik. Sehingga nantinya bisa lebih menarik perhatian wisatawan. Namun yang diketahuinya sejak dulu, kondisi kawasan air panas tersebut tetap seperti ini, tidak pernah ada yang melakukan penataan.

“Selain kawasan wisata air panasnya, akses jalannya juga harusnya diperbaiki, supaya kendaraan bisa masuk. Saya yakin jika wisata ini ditata, pengunjung akan lebih banyak,” pungkasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here