PB-MA Gelar Seminar Pengusulan Mas Abdurrahman Sebagai Pahlawan Nasional

0
36

PENGURUS Besar Mathla’ul Anwar (PB-MA) mengusulkan pendiri organisasi MA, Mas Abdurrahman bin Jamal sebagai pahlawan nasional dalam seminar usulan pahlawan nasional bagi pendiri Mathla’ul Anwar di Gedung Pendopo Pandeglang, Kamis (28/11/2019).

Ketua Umum PB-MA KH. Ahmad Sadeli Karim mengatakan, pahlawan nasional merupakan gelar yang diberikan kepada warga negara Indonesia yang berjuang melawan penjajah di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang gugur demi membela bangsa dan negara.

Selain itu, gelar yang diberikan kepada pahlawan nasional yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa.

“KH Mas Abdurrahman layak mendapatkan penghargaan sebagai pahlawan nasional. Alasannya karena selain sebagai tokoh pendidikan terkemuka di Banten, KH Abdurrahman bin Jamal yang merupakan ulama Banten itu semasa hidupnya juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bahkan beliau pada perang kemerdekaan pernah tertembak pasukan Belanda,” kata Ahmad Sadeli Karim, usai seminar.

Dirinya menjelaskan, pada 10 Ramadan 1334 Hijriah atau 10 Juli 1916, KH Mas Abdurrahman mendirikan Mathla’ul Anwar bersama rekannya KH E Mohamad Yasin dan KH Tb Mohamad Sholeh dibantu sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di daerah Menes.

Mathla’ul Anwar didirikan berselang empat tahun setelah berdirinya Muhammadiyah serta sepuluh tahun lebih awal dibanding Nahdatul Ulama (NU). MA didirikan pada tahun 18 November 1912 di Yogyakarta oleh KH Ahmad Dahlan dan NU pada 31 Kamu 1926 di Surabaya oleh KH Hasyim Asy’ari.

“Kini dalam usianya yang mencapai 103 tahun Mathla’ul Anwar telah memiliki pengurus wilayah di 30 provinsi, 63 perguruan, dan ribuan madrasah di Indonesia. Bahkan telah memiliki perguruan tinggi yakni Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA). Yang merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Provinsi Banten,” jelasnya.

Seminar usulan calon pahlawan nasional di daerah pengusul itu sendiri adalah salah satu persyaratan yang ditentukan Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK). Dari seminar itu nanti akan ada rekomendasi dari Bupati Pandeglang kepada Gubernur Banten untuk mengusulkan secara resmi KH Abdurrahman bin Jamal sebagai pahlawan nasional.

“Dari bupati ke gubernur, dan dari gubernur nanti akan mengusulkan secara resmi KH Abdurrahman sebagai pahlawan nasional kepada Presiden melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Kehormatan, dengan surat pengantar dari Dinas Sosial Provinsi. Dan rekomendasi usulan pahlawan nasional dari Gubernur itu akan disampaikan setelah adanya hasil sidang Tim Peneliti dan Pengkajian Gelar Daerah (TP2GD) tingkat Provinsi,” tuturnya.

Sementara itu Humas Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Aat Surya Safaat mengatakan jika dalam dokumentasi terlihat sudah lengkap. Namun dalam persyaratan dokumentasi dibutuhkan poto sosok pahlawan, dan pihaknya sudah berupaya mencari ke arsip dan perpustakaan nasional hingga ke Belanda, akan tetapi tidak ada satupun yang ditemukan.

Ia berpikir KH Abdurrahman memegang keyakinan bahwa tidak diperbolehkan difoto dalam Islam pada zaman itu. Ia berharap ada testimoni dari pihak keluarga yang bisa menjadi pelengkap menggantikan yang tidak ada itu.

“Jadi yang tidak ada memang foto beliau mudah-mudahan jadi pertimbangan karena susah dicari bahkan ke Belanda. Mudah-mudahan ada testimoni dari keluarganya, tadi itu tidak boleh salah. Saya kira mudah-mudahan testimoni itu menjadi pelengkap menggantikan yang tidak ada itu,” kata Aat.

Ia juga menjelaskan, peran media sangat penting dan sudah disebutkan dalam UUD. Jadi sesuatu yang besar langkah-langkah almarhum mendirikan Mathla’ul Anwar jika media tidak mengangkat itu seperti tidak ada apa-apanya. Karena dikatakannya, media itu bisa menjadi caci jadi naga, dan sebaliknya naga menjadi cacing.

“Dengan diangkatnya oleh media Insyaallah semua akan tahu. Nanti di Dewan Pertimbangan di Jakarta akan tahu, pemerintah dan presiden tahu, seluruh masyarakat bukan hanya Pandeglang, Banten dan nasional juga akan tahu,” jelasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here