Agus Wisas Sindir Bupati Pandeglang, Gara-gara Guru SD dan SMP Belum Gajian

0
604

JURU bicara keluarga Mulyadi Jayabaya (JB) menyindir Bupati Pandeglang, Irna Narulita lantaran guru tingkat SD dan SMP hingga kini belum menerima gaji. Sindiran pria yang akrab disapa AW ini dilontarkan melalui akun Facebook-nya, Senin (04/11/2019) siang.

Apa kabar guru guru SD dan SMP di Pandeglang? Belum pada gajian ya? Ganti Bupatinya ih.. Buat apa cantik doang..,” tulis AW dalam akun Facebook-nya.

Berdasarkan penelusuran Tuntas Media, informasi soal guru SD dan SMP yang belum menerima gaji dibenarkan oleh salah satu guru SD yang namanya enggan disebutkan.

Sumber tersebut menyatakan, sejak Oktober belum menerima gaji melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang. Ia belum mengetahui kapan gaji bulan Oktober akan dibayarkan.

“NCR tanda pembuktian pembayaran gajih belum ada. Biasanya sekarang langsung masuk ke rekening masing-masing, saya tidak tahu alasannya kenapa belum gajian,” ujar sumber saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Terpisah, Kepala Dindikbud Pandeglang,
Taufik Hidayat memastikan bahwa para guru di Kabupaten Pandeglang akan mendapatkan gaji secepatnya.

“Gajian besok. Jadi yang namanya gajian itu ada kegiatan dengan pekerjaan mereka di lapangan. Di sekolah itu ada BOS berserakan, jadi 1.002 sekolah dengan SMP,” ujarnya.

Taufik menjelaskan, keterlambatan gaji bagi guru dipastikan bukan kesalahan dari pemerintah maupun Dindikbud. Namun, dari pihak guru yang keterlambatan memberikan yang berkaitan dengan pencarian.

Pihaknya selalu mengusulkan apapun kepada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD). Namun, BPKD menolak ketika memang tidak di lengkapi dengan pertanggungjawabannya.

“Keterlibatan yang dikaitkan dengan ketika uang bos itu keluar uang maka yang harus ada bukti pertanggungjawaban dan fisiknya. Bukan kita ada keterlambatan di kabupaten tidak, kabupaten tidak pernah melambat-lambat itu semua. Ya seumpama dia sudah menyelesaikan pertanggungjawaban tanggal satu dan dua juga kenapa tidak, bisa turun,” jelas Taufik.

Dia mengingatkan, para guru harus memiliki rentan waktu terkait kapan pelaksanaan kegiatan, kapan mempertanggungjawabkan, dan kapan waktu mengusulkan. Karena menurutnya hal tersebut merupakan sebuah rangkaian.

Ia menyebutkan, permasalahan ini merupakan satu dengan yang lainnya. Jika terjadi masalah maka akan berpengaruh kepada semuanya.

“Ya seumpama dia sudah menyelesaikan pertanggungjawaban tanggal satu dan dua juga kenapa tidak, bisa turun (gaji, red). Barangnya tulis kemudian masukan ke dalam aset kemudian SPJ ada dan barangnya ada, itu semua sudah benar,” tegas dia.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here