Bupati Pandeglang Sambut Baik Kebijakan New Normal

0
215

RENCANA pemerintah pusat menerapkan “new normal” atau “kelaziman baru” di setiap kabupaten/kota, disambut baik Bupati Pandeglang, Irna Narulita.

Mantan anggota DPR RI ini berpendapat
penerapan “new normal” ini dapat membantu perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Sebanyak tujuh sektor yang prioritas dalam penerapan “new normal” di Kabupaten Pandeglang akan segera diberlakukan secara bertahap yakni, sektor pasar tradisional, pasar modern, perhotelan, restoran, pariwisata, pendidikan, dan transportasi.

Irna Narulita mengatakan, hal ini merupakan inovasi dan semangat baru pemerintah pusat dalam melakukan perubahan di tengah wabah Covid-19. Pemerintah daerah siap tidak siap harus bisa mengakomodir penerapan “new normal” demi keberlangsungan hidup masyarakat.

“Sudah hampir empat bulan ini kita diam di rumah, tentunya pemerintah pusat membuat semangat baru bagi kita untuk menuju kehidupan normal dari yang tidak normal ini. Mau tidak mau kita harus berdamai dengan cara apa ini menyesuaikan di tengah Covid-19 yang memang belum ada vaksinnya,” kata Irna Narulita, usai mengikuti konferensi video bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian di Ruang Pintar Pandeglang, Jumat (29/05/2020) siang.

Kata Irna, Covid-19 hingga ini belum ada vaksin dan tidak tahu sampai kapan penyebaran virus tersebut akan berakhir. Akan tetapi perilaku hidup masyarakat dunia tidak hanya Indonesia bahkan Pandeglang harus bisa menyesuaikan kondisi yang ada. Hal tersebut menurutnya jika tidak bisa menyesuaikan maka ekonomi tidak dapat dimulai, masyarakat tidak bisa hanya berdiam di rumah, masyarakat juga perlu mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari.

“Pasar modern ini kita sudah mulai tuh ada pasar online gitu ya, karena mereka juga kan tidak bisa aktivitas di luar tetapi kebutuhan pangan harus tercukupi. Malah hal tersebutlah yang diminta oleh pemerintah pusat agar semua daerah menunjukkan eksistensinya, semangatnya menuju ke kehidupan normal ini agar semua punya satu konsep yang sama melakukan perubahan-perubahan di tengah Covid-19 yang memang bisa membawa manfaat untuk kita semua,” tuturnya.

Lanjut Irna, Pandeglang merupakan daerah industri pariwisata yang baru berdiri. Maka mau tidak mau Pandeglang harus bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19 ini. Karena menurutnya, dampak Covid-19 tersebut juga dialami oleh 209 negara di dunia dan tidak mungkin Pandeglang tidak mau mengubah nasibnya.

“Allah Swt akan mengubah nasib kita kalau kita tidak mengubah nasib kita dan lebih baik hingga hari ini lah kita mulai melakukan perubahan-perubahan catatan baru,” imbuhnya.

Dirinya ingin sekali membuka semua sektor pariwisata seluas-luasnya, akan tetapi masyarakat perlu berkomitmen dan harus memiliki kesadaran yang tinggi, disiplin, dan selalu mematuhi protokol kesehatan. Kata Irna, perlu adanya sosialisasi kepada camat, stakeholder, swasta, warga, relawan untuk bisa melakukan hal tersebut agar masyrakat dapat beraktivitas seperti biasa lagi.

“Kapan kita bisa bersiap masuk ke tatanan itu, sekarang kita perlu sosialisasi kepada camat, stakeholder, swasta, warga, relawan untuk bisa melakukan itu agar kita bisa melakukan aktivitas seperti dulu lagi, tapi dengan cara baru ini cuci tangan, Allah mengingatkan kita kebersihan sebagian dari pada iman,” pungkasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here