Cegah Penyebaran Corona, Rutan Kelas II B Pandeglang Bebaskan 17 Warga Binaan

0
581

SEBANYAK 17 warga binaan yang menjalankan masa tahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Pandeglang kini dapat menghirup udara bebas.

Pembebasan tersebut merupakan asimilasi dan intergrasi kebijakan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, terkait pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan rumah tahanan.

“Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 tahun itu kami khususnya Rutan Kelas II B Pandeglang telah melaksanakan peraturan pemerintah ini, yang secara kebetulan kemarin di Rutan Kelas II B Pandeglang dari jumlah keseluruhan yang bebas kemarin langsung ke rumah keluarganya, ada 17 orang, ” kata Kabid Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Pandeglang, Alwan, Rabu (02/04/2020).

Dia menjelaakan, pembebasan 17 warga binaan itu tidak semena-mena dipulangkan, karena ada persyaratan tertentu, di antaranya berkelakuan baik saat masa tahanan dan menjalankan dua per tiga masa pidana. Meski begitu, progam asimilasi itu tidak berlaku terhadap warga binaan yang terjerat kasus korupsi dan terorisme.

“Yang tidak kalau narkoba yang putusan 5 tahun yang 4 tahun ke bawah Insyaallah masih bisa dilakukan tetapi dengan syarat-syarat tertentu yang itu tadi berkelakuan baik dengan mengikuti tahapan-tahapan yang sudah dilaksanakan masa tidak adanya yaitu minimal setengahnya,” terangnya.

Alwan menjelaskan, asimilasi yang diberikan kepada warga binaan akan dilaksanakan secara bertahap, sebanyak 71 warga binaan akan dipulangkan sampai 31 Desember 2020.

“Kami belum bisa memprediksi jumlah berapa tapi secara global saja dan mudah-mudahan ini benar-benar dalam perkiraan kami ada 71 orang di Kabupaten Pandeglang ini khususnya Rutan Kelas II B Pandeglang,” imbuhnya.

Sebelum dibebaskan, warga binaan membuat perjanjian asimilasi. Perjanjian tersebut merupakan janji bahwa warga binaan tidak diperbolehkan banyak beraktivitas di luar rumah. Tidak hanya itu, keluarga yang hendak membesuk warga binaan tidak diizinkan masuk rutan. Hal itu dilakukan agar penyebaran Covid-19 tidak masuk ke Rutan Kelas II B Pandeglang.

“Kalau besuk kan kalau misalkan ini dari tanggal kemarin tanggal 18 hari ini tidak melaksanakan kebusukan sampai saat ini kunjungan dengan keluarga tapi melainkan dengan telepon video call dengan keluarganya,” tuturnya.

Ia berharap, warga binaan yang sudah diserahkan kepada keluarganya dapat mendapatkan pelajaran dari apa yang sudah diperbuat dan dapat menjadi manusia yang baik secara real serta dapat berkiprah di lingkungannya.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh pemerintah membantu dengan warga binaan Rutan Kelas II B. Mengenai jumlah keseluruhan dari kemarin Alhamdulillah dari jumlah 17 itu yang laki-laki 16 perempuan 1, sekarang laki-laki semua,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga binaan Maman mengaku, senang karena masuk dalam program asimilasi. Maman merupakan warga binaan yang masuk pada September 2019 lalu karena terlibat kasus narkoba jenis pil hexymer dan tramadol dengan pidana kurungan selama sembilan bulan.

“Semoga ini bisa jadi pelajaran. Saya senang bisa bebas cepat dan ini baru enam bulan jadi warga binaan,” singkatnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here