Pedagang di Terminal Kadubanen Keluhkan Bayar Sewa Lahan

0
13

SEPI, penyewa di lahan terminal kadubanen mengeluh. pendapatan berkurang, namun pemilik harus tetap membayar lahan yang digunakan untuk berjualan yang telah disepakati, dengan harga cukup fantastis, mulai dari lima ratus ribu hingga satu juta rupiah.

Seorang penyewa lahan, mamad mengatakan, beberapa waktu lalu sempat mendapatkan teguran dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang karena telat membayar sewa. Hal itu terjadi karena sewa yang dipatok oleh instansi terkait cukup tinggi.

“Kemarin kena tegur kenapa belum bayar. Mahal mas, sebulan saya harus bayar Rp500 ribu, ada juga yang sampai bayar Rp1 juta. Makanya, sewa disini itu mahal, kalau enggak buka, ya akan rugi,” katanya, Selasa (26/3/2024).

Mamad mengatakan, biasanya sewa lahan dibayarkan setiap bulan dan kolektif oleh pejabat Dishub Kabupaten Pandeglang. Terkait besarannya, pedagang tidak bisa mengajukan penurunan harga karena tidak masuk akal.

“Enggak bisa mengajukan penurunan sewa karena memang sudah dipatok sebesar itu, kita hanya bisa menerima tanpa bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Pedagang lain yang menolak disebutkan namanya mengaku, dalam satu bulan dirinya harus bisa membayar sewa sebesar Rp1 juta. Sewa itu untuk dimasukan kedalam kas daerah. “Katanya sih buat kas daerah. Tapi enggak tahu juga kalau sampai segitu mahalnya,” katanya.

Kepala Dishub Kabupaten Pandeglang Rudiyanto mengakui adanya penarikan retribusi terhadap para pedagang dikawasan terminal Kadubanen. Namun, dirinya tidak mengetahui secara pasti besaran yang harus dibayarkan oleh para pedagang.

“Iya memang ada, retribusinya masuk ke kas daerah. Kalau asetnya memang milik kita, tetapi bayarnya ke Bapenda. Kalau besarannya saya kurang hafal,” katanya mengakhiri pembicaraan.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here