Tidak Teridentifikasi, Akhirnya Polisi Makamkan Lima Korban Tsunami di Pandeglang

0
155

LIMA jenazah korban tsunami Selat Sunda yang tidak berhasil teridentifikasi oleh kepolisian, Jumat (04/01/2019) pagi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kadupereng, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang. Kelima jenazah tersebut dimakamkan di satu blok dengan lubang masing-masing.

Pantauan Tuntas Media, kelima jenazah korban tsunami yang tidak ambil oleh pihak keluarga tersebut dibawa menggunakan lima ambulans yang dikawal petugas kepolisian. Satu per satu peti jenazah dibawa ke areal pemakaman, kemudian didata ulang oleh petugas dan selanjutnya dimakamkan dengan tata cara agama Islam yang dipimpin oleh Abuya Muhtadi.

Usai prosesi pemakaman, Kabid Dokkes Polda Banten AKBP Nariyana menjelaskan, kelima korban terdiri dari dua wanita dewasa, dua pria dewasa, dan satu balita perempuan.

Kata dia, kelimanya sudah berada di RSUD Berkah Pandeglang sejak hari kesepuluh pasca bencana tsunami 22 Desember lalu.

“TKP kelimanya ditemukan di lokasi berbeda, yakni di TPI Camara, Sumur, Labuan, Carita, dan Tanjunglesung,” ujarnya.

Diterangkannya, kondisi jenazah masih utuh dan tanda di tubuh jenazah yang melekat pada tubuh korban juga masih ada.

“Namun hingga kini keluarga yang melapor tidak ada yang cocok dengan jenazah yang ditemukan. Jadi saya tidak tahu, apakah jenazah warga Pandeglang atau non Pandeglang,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya sudah mencatat DNA dan ciri-ciri korban. Bahkan DNA jenazah pun sudah dikirim ke Lab DNA Mabes Polri. Apabila nantinya ada masyarakat yang merasa kehilangan dengan ciri-ciri yang hampir mendekati diminta untuk berkoordinasi dengan Dokkes Polda Banten.

“Kemudian operasi DVI tetap berlanjut. Apabila ada masyarakat yang merasa kehilangan dengan ciri-ciri yang hampir mendekati silakan berkoordinasi dengan kami. Nanti kami perdalam ante mortem dan kami lakukan pemeriksaan DNA lanjutan apabila ada kemiripan pada keluarga korban,” sambung Nariyana.

Dia melanjutkan, sejak operasi DVI dilakukan, pihaknya mencatat ada 264 korban meninggal. Namun demikian, hanya 259 jenazah yang berhasil teridentifikasi. Dimana 105 jiwa di antaranya, merupakan warga Pandeglang. Sedangkan sisanya warga non Pandeglang.

“Sebagian besar jenazah yang teridentifikasi adalah orang dewasa, baik pria maupun wanita. Sementara 30 persen hasil identifikasi, tergolong balita. Bahkan terdapat bayi yang baru berusia 23 hari,” pungkas dia.

Redaktur : D Sudrajat
Reporter : Ari