MELALUI skema On Granting Project FMSRB (flood Management In Selected River Basins), Kelompok Tani (POKTAN) Melati melaksanakan Konservasi lahan di lahan pertanian hamparan blok Kampung Pasilihan, Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Konservasi lahan ini, terdiri beberapa jenis kegiatan, diantaranya Jalan Usaha Tani (JUT), dan Terasering.
Ketua Poktan Melati, Muhdi mengatakan, kegiatan konservasi lahan yang dilaksanakan Poktan Melati ini terdiri dari dua jenis kegiatan yang mana diantaranya pembangunan JUT sepanjang 461 meter, dan membuat Terasering pada lahan miring seluas 1 hektar.
“Pelaksanaannya sudah mencapai kira-kira 100 persen untuk pembuatan Terasering seluas 1 hektar, dan Jalan Usaha Tani sepanjang 461 meter. Dan ini kami kerjakan sesuai petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis,” ungkapnya kepada Tuntas Media, Kamis (22/9/2022).
Muhdi menyebut, Desa Panjang Jaya merupakan desa mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Mengingat lokasi lahan tersebut berada di dataran tinggi yang berpotensi akan erosi, untuk itu kata Muhdi, Konservasi lahan ini merupakan salah satu upaya guna mengantisipasinya.
“Kegiatan Konservasi lahan program dari pemerintah ini sangat banyak manfaatnya, selain mencegah erosi, juga meningkatkan produktifitas lahan. Jika kegiatan ini berjalan dengan baik, saya yakin para petani akan lebih sejahtera,” harapnya.
Sementara, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Mandalawangi, Rizali mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah atas kepeduliannya terhadap masyarakat yang mana didalamnya terdapat banyak sekali manfaatnya.
“Program FMSRB ini mampu meningkatkan nilai tambah, baik pendapatan petani maupun produksi pertanian. Di Kecamatan Mandalawangi, ada 3 kelompok Tani yang mendapatkan bantuan FMSRB, Poktan Melati di Desa Panjang Jaya, Poktan Sinar Harapan 3 yang berada di Desa Cikumbueun, Poktan Tani Mukti di Desa Ramea. Di Poktan Melati sendiri, ini untuk yang Pertama kali mendapatkan program bagi para petani diakhir tahun. Karena untuk tahun mendatang, program seperti tidak akan ada lagi,” ujarnya.(ADV)























