LIMBAH industri dalam hal ini Faba dari hasil pembakaran batubara di PLTU menjadi masalah besar bagi lingkungan dan kehidupan ekosistem. Gas buang hasil pembakaran Fosil penyumbang terbesar rusaknya kualitas udara di dunia saat ini menjadi penyebab tingkat kematian akibat ISPA cukup tinggi. Sementara pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan batubara sebagai bahan bakar utama. Solusi terbaik yakni mengubah Faba menjadi pupuk organik melalui rekayasa teknologi tepat guna.
Hal itu terungkap dalam seminar yang digelar Pengurus Besar Mathla’ul Anwar di Aula KH Irsyad Djuwaeli Kampus Universitas Mathla’ul Anwar Cikaliung, Senin (22/11/2022).
Hadir dalam seminar dan menandatangani rekomendasi ini diantaranya Ketua Umum PB MA, Vice Presiden PT Indonesia Power, Rektor UNMA Banten, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten serta Anggota DPR-RI komisi IV.
Ketua Pelaksana Seminar, Dona El Furqan mengatakan bahwa seminar ini adalah kelanjutan dari riset yang dilakukan oleh peneliti yaitu Minar Surbakti.
Di tempat yang sama Badri Wijaya Ketua Koperasi Bina Insaf MandiriĀ telah membuat pupuk organik dari limbah FABA dan mengaplikasikannya pada tanaman kopi yang mereka garap.
“Pupuk ini sangat bagus, aman dan terbaik yang pernah ada saat ini,” ujarnya.
Sementara, Vice Presiden Indonesia Power Igan Wardiana Yasa sangat mendukung dan mengapresiasi temuan teknologi tepat guna yang mengubah limbah FABA menjadi pupuk organik bebas polutan.
Dari hasil seminar tersebut juga menghasilkan beberapa rekomendasi, yaitu:
1. Pemerintah baik pusat dan daerah untuk segera merespon penemuan teknologi tepat guna ini yang mengubah Limbah FABA menjadi Pupuk Organik kualitas tinggi sebagai solusi penanganan persoalan limbah saat ini.
2. Pemerintah pusat dan daerah segera membuat regulasi untuk produksi pupuk organik berbahan dasar limbah FABA dengan teknologi yang kami temukan sebagai satu satunya solusi
3. Indonesia Power PLN PLTU sebagai pihak yang memiliki persoalan limbah secara terbuka segera menyambut baik solusi ini dengan mensuport secara penuh produksi Pupuk Organik berbahan dasar FABA dari hulu hingga hilir sehingga tercipta lingkungan yang sehat demi mewujudkan ketahanan pangan dan energi secara simultan.
4. Masyarakat petani sebagai pengguna dimudahkan mengakses pupuk organik berbahan dasar limbah FABA ini.
5. Semua pihak terkait menyambut baik solusi limbah menjadi berkah demi mewujudkan ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.
Redaktur: Rizal Fauzi
Reporter: AsepĀ























