Kepala Dindikbud Provinsi Banten, M. Tabrani

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten tahun 2024 akan terus meningkatkan pembangunan lanjutan dalam bidang pendidikan terutama untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Sekolah Khusus (SKh) Negeri yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Program lanjutan tersebut diantaranya melengkapi fasilitas sekolah berupa penambahan ruang kelas baru, penambahan ruang praktik siswa SMKN dan melengkapi sarana serta prasarana penunjang lain seperti yang sebelumnya telah dibangun tahun 2023.

Namun pada tahun 2024 ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani mengungkapkan bahwa tidak ada pembangunan Unit Sekolah Baru (USB).

“Tahun 2024 akan kembali dilaksanakan pembangunan lanjutan berupa penambahan ruang kelas baru, penambahan ruang praktik siswa di SMK dan sarana, prasarana penunjang lain seperti yang dibangun di 2023, namun memang di 2024 ini tidak ada pembangunan unit sekolah baru (USB),” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Tabrani.

Sebelumnya, pada tahun 2023, dikatakan Tabrani bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah membangun 3 jenjang sekolah yaitu SMAN, SMKN dan SKhN yang menjadi kewenangan Provinsi Banten berupa USB, sarana, prasaran, ruang kelas baru, ruang praktik dan fasilitas penunjang lainnya.

“Sarana dan prasarana yang dibangun di 3 jenjang itu adalah pertama USB, ruang kelas baru, pembangunan ruang-ruang laboratorium, pembangunan ruang prkatik siswa SMK, ada pembangunan sarana dan prasarana lain berupa sarana olahraga, utilitas lain yang menjadi pendukung sekolah itu,” jelasnya.

Sederet pembangunan fasilitas sekolah dilakukan Dindikbud Banten mengingat masih ada sekolah yang proses belajar mengajarnya menumpang.

Untuk itu, dalam rangka menjaga kenyamanan peserta didik dalam proses belajar, maka Dindikbud Banten telah melengkapi fasilitas tersebut di tahun 2023.

“Karena memang masih ada sekolah sampai tahun 2023 yang menumpang, kita bangun supaya anak tidak lagi menumpang belajarnya,” tuturnya.

Dijelaskan Tabrani, ruang kelas baru dibangun disesuaikan dengan kebutuhan ruang kelas untuk belajar yang belum tersedia sepenuhnya termasuk ruang praktik siswa dan sarana prasarana lainnya.

“Ruang kelas baru dibangun karena kebutuhan ruang kelas untuk belajar belum tersedia sepenuhnya atau ruang praktik siswa, karena kalau di SMK siswa praktik perlu punya ruangan tersendiri termasuk sarana lain, sarana olahraga, laboratorium IPA bagi SMAN dan sarana penunjang lain,” jelasnya.

Dalam rangkaian Ekspedisi Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak yang diselenggarakan oleh Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar dan didampingi para kepala OPD beserta seluruh fasilitas penunjang sekolah telah diresmikan di 8 Kabupaten/Kota di Banten.

“Dalam Ekspedisi Reformasi Birokrasi Berdampak yang dilaksanakan oleh Pj Gubernur Banten bersama dengan para kepala OPD lain dilakukan ke 8 Kabupaten/Kota sekaligus meresmikan berbagai sarana prasarana yang dibangun, USB, ruang kelas baru dan sarana lainnya itu diresmikan semua yang ada di 8 Kabupaten/Kota untuk 3 jenis sekolah (SMKN, SMAN & SKhN),” ujar Tabrani. (ADV)