SERANG, TUNTASMEDIA.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten menggelar Pendidikan Kader Ulama (PKU) VII Tahun 2025 di Hotel Wisata Baru Kota Serang. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas intelektual, spiritual, dan sosial para ulama muda di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.

“Di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi digital, ulama dituntut bukan hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi penyejuk umat dan peredam potensi anarkisme sosial. Karena itu, PKU VII tahun ini kami fokuskan pada tema ‘Eksistensi Ulama dalam Mereduksi Anarkisme di Era Digital’,” ungkap Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Provinsi Banten, Machdum Bachtiar di Serang, Jumat (24/10/2025).

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung di Hotel Wisata Baru Kota Serang selama tiga hari (24–26 Oktober 2025) ini dirancang sebagai wadah kaderisasi ulama visioner dengan pendekatan kurikulum terpadu, yang menggabungkan pembekalan keilmuan, kebangsaan, keamanan sosial, dan dakwah digital.

“Kami ingin mencetak kader ulama yang mampu berdakwah dengan santun, berpikir kritis, dan berperan aktif membangun harmoni sosial di tengah polarisasi dan provokasi yang marak di dunia maya,” jelasnya.

PKU VII ini menghadirkan narasumber dari MUI Pusat, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta sejumlah komisi strategis di lingkungan MUI Provinsi Banten, seperti Komisi Dakwah, Komisi Ukhuwah Islamiyah, Komisi Hukum dan Perundang-undangan, dan Lembaga Informasi dan Komunikasi (INFOKOM).

Melalui kolaborasi lintas lembaga tersebut, peserta PKU VII diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan keislaman dan kebangsaan, tetapi juga pemahaman komprehensif tentang keamanan sosial dan literasi media.

“Ulama masa depan harus mampu menjadi digital influencer yang menebar nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, bukan sebaliknya terjebak dalam arus disinformasi. Literasi media adalah benteng moral sekaligus intelektual bagi ulama muda,” tambahnya.

Machdum juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta dari MUI Kabupaten/Kota se-Banten yang menunjukkan komitmen tinggi untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga tuntas. “Kami juga bersyukur karena keterwakilan perempuan minimal 20 persen terpenuhi, menunjukkan bahwa peran ulama perempuan kini semakin signifikan dalam membangun peradaban Islam yang moderat dan inklusif,” ujarnya.

Sebagai penutup, Ketua Komisi menegaskan bahwa hasil PKU VII akan ditindaklanjuti dengan program penguatan dakwah digital dan literasi media bagi alumni PKU serta pembentukan forum alumni kader ulama MUI Banten.

“Kader ulama adalah aset moral bangsa. MUI Banten akan terus berkomitmen melahirkan ulama-ulama muda yang tangguh, bijak, dan siap menjadi penjaga ukhuwah di tengah tantangan era digital,” pungkasnya.

Ketua Umum MUI Provinsi Banten K.H. A. Bazari Syam berharap alumni PKU tidak hanya mendapatkan pengetahuan-pengetahuan praktis tentang dakwah, tapi juga mampu menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat.

“Menjadikan nilai-nilai islam bukan hanya linier, namun juga ditentukan oleh seberapa besar menebar manfaat dan maslahat di tengah-tengah masarakat. Jadi faktor kemaslahatan dan kemanusiaan menjadi faktor utama dalam menjalankan misi keagamaan,” tandasnya. (***)