Kudus, Jawa Tengah — Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, fakultas Teknik dan Sains, UPN “Veteran” Jawa Timur, Faiq Kahfi dan Yudhistira Rizky, dalam program magang selama empat bulan pada proyek pembangunan Gedung Kuliah Terpadu IAIN Kudus, di bawah bimbingan dan pengawasan langsung dari PT. Mega Bintang Abadi sebagai kontraktor pelaksana. Program magang yang berlangsung dari Juli hingga November 2025 ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara menyeluruh proses pembangunan gedung bertingkat, mulai dari fase persiapan hingga pelaksanaan struktur utama.
Kegiatan magang ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang bertujuan memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan tinggi dengan dunia industri. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga belajar langsung dari proses dan dinamika proyek konstruksi skala besar. Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu IAIN Kudus adalah salah satu proyek pengembangan infrastruktur pendidikan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas fasilitas akademik.
Pembangunan gedung baru ini menjadi bagian dari rencana strategis institusi untuk memperluas daya tampung mahasiswa, meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran, menciptakan lingkungan Pendidikan yang nyaman dan modern serta mendukung kegiatan akademik, praktikum, riset dan orgaisasi kemahasiswaan. Gedung ini direncanakan memiliki beberapa lantai, dilengkapi fasilitas ruang kuliah modern, laboratorium fakultas, ruang dosen, ruang seminar, area diskusi mahasiswa, fasilitas aksesibilitas, dan ruang penunjang lainnya. Dengan tingginya kebutuhan mahasiswa serta tuntutan terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan, pembangunan gedung ini menjadi prioritas penting bagi IAIN Kudus.
Di sisi lain, bagi mahasiswa teknik sipil, proyek ini merupakan laboratorium nyata untuk memahami tahapan konstruksi secara langsung, mulai dari perencanaan lapangan, pekerjaan persiapan, pelaksaan struktur bawah dan atas, pengedalian mutu, analisis resiko, hingga manajemen pekerja dan koordinasi proyek
Sebagai mahasiswa magang faiq dan Yudhistira diberikan kesempatan bagi keduanya untuk memahami peran penting dalam lingkup konstruksi seperti pelaksana lapangan dan surveyor. Dalam hal tersebut pelaksana lapangan bertugas memastikan seluruh aktivitas konstruksi di lapangan berjalan sesuai rencana, jadwal, dan mutu. Sedangkan di tim surveyor peranan mereka adalah pengukuran dan marking posisi elemen struktur seperti Pelat lantai, kolom, balok, tangga, dinding, serta letak pintu dan jendela.
Mereka juga diberi tugas untuk mendampingi surveyor senior dalam pekerjaan pengukuran. Beberapa tugas yang dijalankan yaitu Setting out lokasi pekerjaan seperti titik kolom, dinding, grid bangunan dan elevasi lantai. Mereka diajarkan penggunaan alat ukur professional seperti theodolite, automatic level, dan waterpass. Faiq dan Yudhistira juga diajarkan tentang bagaimana pengolahan data hasil dari pengukuran lapangan untuk keperluan as-built drawing dan juga pengecekan toleransi hasil pekerjaan seperti ketinggian elevasi balok dam kelurusan kolom.
Menurut faiq kahfi sebagai mahasiswa Teknik sipil upn veteran jawa timur “Kami banyak mempelajari hal yang tidak diajarkan secara detail di dalam kelas. Di lapangan kami benar-benar melihat bagaimana perencanaan diterjemahkan menjadi pekerjaan nyata. Tanggung jawab, tekanan waktu, hingga dinamika kerja tim menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.
Pekerjaan surveyor menuntut ketelitian tinggi dan kehati-hatian, sehingga mahasiswa mendapat pengalaman langsung bagaimana pengukuran menjadi tulang punggung keberhasilan proyek konstruksi. Menurut site manager PT. Mega Bintang Abadi “Mereka menunjukkan kedisiplinan yang baik dan kemampuan belajar yang cepat. Dalam waktu singkat, mereka dapat memahami alur kerja proyek, mengikuti instruksi teknis, bahkan memberikan dukungan signifikan dalam proses pengukuran dan pelaporan lapangan. Kami sangat mengapresiasi kontribusinya.”
Sementara itu, Yudhistira menambahkan bahwa selain mengoperasikan alat ukur, mereka juga diajarkan untuk membaca shop drawing (gambar kerja) dan menerjemahkannya menjadi titik-titik kerja di lapangan. “Setiap hari kami menerima gambar dari engineer, kemudian menandai titik kolom, as dinding, dan posisi bukaan pintu-jendela. Awalnya sulit karena gambar yang kami pegang sangat detail, tapi lama-kelamaan kami terbiasa. Kami belajar bahwa pekerjaan surveyor tidak hanya soal alat, tapi juga soal kemampuan membaca gambar dan menerjemahkannya ke kondisi lapangan,” jelasnya.
Program magang selama empat bulan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri mampu menghasilkan pengalaman belajar yang komprehensif. Dengan masa magang ini, Faiq Kahfi dan Yudhistira Rizky diharapkan dapat memanfaatkan seluruh pengalaman untuk menyusun tugas akhir, meningkatkan kemampuan teknis, serta mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Prodi Teknik Sipil UPN “Veteran” Jawa Timur, PT. Merga Bintang Abadi, dan IAIN Kudus sama-sama berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi generasi mahasiswa teknik sipil berikutnya.























