SERANG, TUNTASMEDIA.COM – Guna mengatasi stunting di Kota Serang, Anggota Komisi IX DPR RI, Tubagus Haerul Jaman berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menggencarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anggota Komisi IX DPR RI, Tubagus Haerul Jaman, mengatakan, bahwa program prioritas yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi unggul yang sehat dan berdaya saing.
“Fokus utama dari program ini adalah memberikan akses makanan bergizi secara gratis kepada anak-anak yang masih menempuh pendidikan, terutama di daerah terpencil dan sulit dijangkau. Sebagai program baru, pelaksanaan dan persiapannya membutuhkan perhatian mendalam serta kolaborasi dari berbagai pihak,” kata Tubagus Haerul Jaman kepada awak media, Rabu 21 Mei 2025.
Dikatakan Tubagus Haerul Jaman, pihaknya optimistis dengan adanya dukungan penuh dari masyarakat serta sinergi dengan mitra terkait, program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi masa depan anak-anak Indonesia.
“Mereka adalah generasi penerus yang akan melanjutkan pembangunan bangsa. Oleh karna itu, Badan Gizi Nasional bersama DPR RI tengah menggencarkan sosialisasi program kepada seluruh lapisan masyarakat,”ungkapnya.
Tubagus Haerul Jaman menyampaikan, bahwa pihaknya mengajak masyarakat, khususnya para orang tua dan komunitas pendidikan, untuk aktif mengawal dan mendukung implementasi program ini.
Partisipasi bersama sangat diperlukan agar target yang telah ditetapkan, dapat tercapai sesuai rencana pada September mendatang.
Selain itu, pemerintah juga sedang mengawasi dan mendukung pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Di Provinsi Banten, sebanyak 43 unit SPPG telah beroperasi, sementara 35 lainnya sedang dalam proses pendirian. Di Kota Serang, baru terdapat 6 unit SPPG yang aktif melayani,” ujarnya.
“Kami terus melakukan evaluasi dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi agar hasil yang diperoleh lebih maksimal,” sambungnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Meida Octarina mengatakan, bahwa Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Gizi merupakan salah satu upaya strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia, terutama yang berada di wilayah terpencil, mendapatkan akses makanan bergizi gratis.
“Dengan pemenuhan gizi yang memadai, kami yakin program ini akan membantu anak-anak tumbuh sehat dan menjadi generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global,”kata Meida.
Selain itu, program ini juga dirancang untuk mendukung ibu hamil agar memperoleh asupan gizi yang cukup, sehingga mereka dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas.
“SPPG menjadi bagian dari visi besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, sebuah cita-cita luhur untuk menciptakan bangsa yang maju, sejahtera, dan memiliki daya saing global pada peringatan 100 tahun kemerdekaan,” ungkapnya.
Meida juga mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap oknum yang menawarkan jasa pendaftaran SPPG atau Dapur Gizi dengan janji proses yang mudah dan langsung berjalan, serta meminta imbalan tertentu.
“Perlu kami tegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran SPPG hanya dapat dilakukan melalui jalur resmi dengan pengajuan langsung ke Badan Gizi Nasional sesuai prosedur yang berlaku. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mengikuti alur resmi yang telah ditetapkan demi kelancaran pelaksanaan program dan untuk menghindari potensi penipuan. Dukungan dan partisipasi bapak atau ibu sekalian sangat kami harapkan agar tujuan besar program ini tercapai dengan baik,” ujarnya.
Ditempat yang sama, salah satu Narasumber sosialisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) Ahmad Sanukri menyampaikan, tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi tumbuh kembang masyarakat.
“Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG) gratis. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi muda, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Sanukri.
Sanukri menyampaikan, pemerintah Provinsi Banten telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 miliar untuk menjamin program MBG berjalan maksimal. Anggaran itu merupakan bentuk investasi jangka panjang demi masa depan yang cerah untuk masyarakat.
“Selain memberikan manfaat kesehatan dan pendidikan, program MBG juga menciptakan efek domino yang luar biasa bagi ekonomi lokal. Kehadiran Dapur Gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka peluang kerja sama dengan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil seperti pedagang sayur, buah, ikan, serta ayam. Ini adalah kesempatan besar untuk memberdayakan masyarakat lokal, memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan pendapatan keluarga,” ungkapnya.
“Namun, ada hal penting lainnya yang tidak boleh kita abaikan, yaitu pengelolaan sampah yang dihasilkan dari dapur SPPG. Dalam semangat keberlanjutan, kami mendorong masyarakat untuk turut serta membantu pengelolaan sampah ini,” sambungnya.
Sanukri juga mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan program ini sebagai peluang dalam membangun komunitas yang lebih kuat dan mendukung ekonomi lokal. Partisipasi aktif dalam menyebarkan informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar akan memastikan manfaat program MBG bisa dirasakan oleh lebih banyak orang.
“Melalui kolaborasi dan gotong royong, kita dapat menjadikan program Makan Bergizi Gratis ini sebagai tonggak penting menuju Indonesia yang lebih sehat, lebih sejahtera, dan lebih ramah lingkungan,” tandanya.***























