SERANG, TUNTASMEDIA.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 43 Universitas Primagraha mengadakan kegiatan bimbingan belajar calistung (membaca, menulis, dan berhitung) bagi anak-anak di Kampung Kecacang, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar literasi dan numerasi anak-anak di wilayah tersebut yang masih memerlukan pendampingan belajar.
Sebelum kegiatan dimulai, para mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi untuk mengidentifikasi kemampuan awal peserta. Hal ini dilakukan agar metode pembelajaran yang diterapkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Selama pelaksanaannya, kegiatan bimbingan belajar menggunakan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, dengan memadukan media edukatif sederhana, lagu, serta permainan yang dirancang untuk merangsang kreativitas dan minat belajar anak-anak.
Ketua KKM 43, Teguh Komarullah, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam mendukung pendidikan dasar di masyarakat.
“Kami ingin membantu anak-anak agar lebih percaya diri dalam membaca, menulis, dan berhitung. Kami juga berupaya membuat suasana belajar yang menyenangkan agar mereka tidak merasa terbebani,” ujarnya.
Anak-anak peserta bimbingan belajar dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan, sehingga pendampingan yang diberikan lebih terfokus dan efektif. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan mereka. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, serta tumbuhnya semangat belajar yang lebih tinggi.
Salah seorang peserta, Kamal (8 tahun), mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. “Aku jadi bisa nulis nama sendiri dan bisa ngitung sampai seratus. Kakak-kakaknya baik dan ngajarnya sambil main juga, jadi nggak bosen,” katanya sambil tersenyum.
Ketua RT Kampung Kecacang, Nabhani, menyambut baik kegiatan yang digagas oleh mahasiswa KKM 43. “Saya sangat mendukung program ini. Anak-anak di sini memang butuh bimbingan tambahan seperti ini, apalagi dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah peduli dengan pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.
Teguh menambahkan, meski menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan waktu dan media pembelajaran, mahasiswa KKM 43 berhasil mengatasi hambatan tersebut dengan inovasi dan pendekatan personal yang membuat anak-anak tetap antusias mengikuti kegiatan.
“Program tersebut tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Kampung Kecacang. Ini menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa Universitas Primagraha dalam mendukung kemajuan pendidikan dasar di lingkungan sekitar,’ ujarnya.
Teguh berharap, kegiatan bimbingan belajar calistung oleh mahasiswa KKM 43 dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi perkembangan pendidikan anak-anak di Kampung Kecacang dan menjadi inspirasi bagi program pengabdian masyarakat lainnya. (***)























