HINGGA batas akhir pengembalian formulir pendaftaran dan wawancara bakal calon bupati oleh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pandeglang, Rabu (18/09/2019) pukul 24.00 WIB, Irna Narulita tidak nampak hadir di kantor partai berlambang Banteng Moncong Putih tersebut.
Hingga Rabu malam, hanya empat kandidat yang menyerahkan langsung dan mengikuti sesi wawancara, yakni Muhammad Nabil Jayabaya, Toni Fathoni Mukson, Aap Aptadi, dan Oji Fachruroji. Sementara, Irna Narulita tidak hadir dan mewakilkan penyerahan formulir pendaftaran melalui tim.
Perwakilan Irna Narulita, Dedi Supriadi menjelaskan, Irna tidak bisa hadir menyerahkan formulir pendaftaran ke PDI Perjuangan karena tengah ke Jakarta.
“Sebenarnya tadi mau ke sini (DPC PDI Perjuangan Pandeglang, red), cuma ada kepentingan mendadak beliau ke Jakarta. Insyaallah kalau tidak ada hambatan kita tunggu sebelum jam 12 ibu bilangnya begitu,” kata Dedi Supriadi saat membawa berkas ke DPC PDI Perjuangan Pandeglang, Rabu (18/09/2019) sekira pukul 21.30 WIB.
Sementara, Ketua Penjaringan PDI Perjuangan Pandeglang, R Deden Hertandi mengatakan, hingga batas akhir pukul 24.00 WIB, hanya empat kandidat yang mengembalikan formulir dan wawancara secara langsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Pandeglang. Sebab, Irna Narulita tidak hadir dan hanya mewakilkan kepada tim untuk mengembalikan formulir pendaftaran.
“Sampai hari terakhir kita sudah ada empat calon, Pak Aap Aptadi, Toni Mukhson, Nabil Jayabaya, dan Oji Fachruroji. Sedangkan Ibu Irna Narulita, diwakilkan kepada tim,” kata Deden.
Dirinya tidak mengetahui alasan ketidakhadiran Irna Narulita saat pengembalian formulir pendaftaran.
“Sejauh ini karena mungkin beliau masih menjabat banyak tamu dan mungkin ada kepentingan mendadak. Kalau masalah wawancara itu tergantung dengan teman-teman, kalau hasil dari teman-teman perlu menghadap beliau kita mengahadap beliau, kalaupun tidak perlu ya tidak perlu,” tuturnya.
Redaktur : Ari Supriadi
Reporter : Andre Sopian























