Anggota DPR-RI Adde Rosi Prihatin Atas Kasus Ibu Bunuh Bayinya Sendiri di Pandeglang

0
97

ANGGOTA DPR-RI Adde Rosi Khoerunnisa angkat bicara mengenai kasus seorang ibu di Kabupaten Pandeglang, yang tega membunuh bayi yang baru dilahirkannya.

Atas dasar ini, Adde Rosi meminta penegakan hukum seadil-adilnya terhadap pelaku kekerasan hingga menyebabkan meninggalnya bayi yang baru dilahirkannya tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini karena secara fitrah tidak mungkin seorang ibu menyiksa anaknya. Ini berarti ada fenomena tekanan berat yang dialami orang tua saat itu,” kata Adde Rosi.

Dia menyebut secara global, kasus kekerasan pada anak dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan cukup signifikan. Adde Rosi menilai kasus kematian seorang bayi yang baru dilahirkan ini ada dugaan kekerasan terhadap bayi yang menyebabkan kematian.

Politikus dari Partai Golkar ini mendesak agar pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), harus bisa mengurangi kecenderungan meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak dengan mengantisipasi potensi penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak.

Kekerasan terhadap anak tidak hanya dilakukan oleh orang lain, tapi juga bisa juga dilakukan orang tua sendiri. Hal tersebut lantaran kurang harmonisnya hubungan rumah tangga.

“Ketidakharmonisan rumah tangga bisa menjadi sumber kekerasan terhadap anak, karena kemarahan bisa dilampiaskan kepada anak,” katanya.

Sebelumnya Satreskrim Polres Pandeglang menerima laporan dari warga, sekaligus pemilik kontrakan di Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, bahwa adanya pembunuhan terhadap bayi yang dialkukan oleh ibunya sendiri.

“Berdasarkan adanya laporan dari warga atau pemilik kontrakan yang bernama Asraf Hasanudin di Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, bahwa adanya pembunuhan terhadap bayi, kami dari Satreskrim Polres Pandeglang langsung terjun ke TKP untuk menyelidiki,” kata Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Shilton.

Shilton menuturkan, jika sang ibu yang berinisial (U) tega menghilangkan nyawa bayinya lantaran takut diketahui pihak keluarga bahwa dia sudah melahirkan.

“Ibu ini tega membunuh bayi yang baru dilahirkannya, karena takut diketahui keluarganya bahwa ia telah melahirkan,” terangnya.

Shilthon juga menambahkan jika modus pelaku sendiri, melilitkan pakaian yang digunakannya untuk membungkus tubuh bayi sampai ke leher yang menyebabkan pernafasan bayi terganggu. Lalu, pelaku menyeret tubuh bayi tersebut ke lantai atas kontrakannya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here