TANGERANG, TUNTASMEDIA.COM – DI BAWAH LANGIT Kota Tangerang yang mulai meredup, deru mesin big twin tak sekadar membelah aspal. Bagi keluarga besar Bikers Brotherhood 1% MC (BB1%MC) Banten Chapter, getaran piston hari itu adalah detak jantung sebuah perayaan: usia ketiga yang mereka tajuk sebagai “Wheel of Unity”.
Namun, alih-alih membuka ritual dengan denting botol atau kepulan asap ban di sirkuit beton, perkumpulan penyuka motor tua ini memilih jalan yang lebih sunyi sekaligus sakral. Di sela-sela rompi kulit dan emblem kebanggaan, terselip tumpukan kitab suci.

Bagi mereka, angka tiga tahun bukan sekadar soal eksistensi di jalanan, melainkan tentang seberapa dalam ban mereka meninggalkan jejak manfaat.
“Perayaan anniversary ini bukan hanya pesta motor,” ujar Bobby Lesmana, Vice President BB1%MC Banten Chapter, dengan nada mantap.
“Ini adalah momentum memperkuat solidaritas internal sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.”
Saat azan magrib berkumandang, suasana berubah menjadi hangat. Di sebuah sudut kota, aroma hidangan berbuka menyatukan berbagai warna “bendera”. Tak hanya tuan rumah, perwakilan dari Jakarta Chapter, Central Sumatra, East Java, hingga West Borneo turut hadir melintasi batas geografis.
Kehadiran klub-klub lain seperti Satu Darah, Rori, VOS, Street Coyotes, Rhodes, hingga Blood Borne menegaskan bahwa di atas aspal, ego sektoral luluh oleh semangat persaudaraan. Di sini, segelas teh manis saat berbuka terasa lebih berharga daripada debat mengenai spesifikasi mesin.

Malam semakin larut ketika rombongan besar ini mulai memanaskan mesin. Dengan formasi yang rapi, mereka melakukan rolling thunder menuju Tugu Benteng Kondusif. Cahaya lampu depan motor yang memanjang menciptakan aliran sungai cahaya di tengah gelapnya malam Tangerang.
Di tugu yang menjadi simbol ketenangan kota itulah, seremoni puncak digelar. Di bawah sorot lampu dan disaksikan kawan sejalan, BB1%MC Banten Chapter mengukuhkan kembali sumpah mereka: bahwa persaudaraan adalah harga mati, dan pengabdian kepada masyarakat adalah nafas yang tak boleh putus.
Roda terus berputar, dan bagi mereka, kesatuan adalah poros yang menjaga semuanya tetap seimbang.(***)























