SISWA Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Irsyadul Ibad menolak mengikuti senam massal dan jalan santai dalam rangkaian hari jadi ke-145 Kabupaten Pandeglang di Alun-alun setempat, Selasa (26/03/2019) pagi.

Penyebabnya karena senam massal yang diikuti para pejabat daerah dan ratusan pelajar ini menggunakan lagu Perawan atau Janda yang dipopulerkan penyanyi Cita Citata sebagai pengiring senam. Alasannya karena lagu bergenre dangdut tersebut berisi syair yang kurang pantas serta gerakan instruktur senam yang dinilai seronok.

Kepala SDIT Irsyadul Ibad, Isuti Rachman mengaku, sekolahnya mendapatkan undangan senam dari panitia, yakni Dispora Pandeglang. Atas undangan itu, ia mengajak puluhan siswanya untuk mengikuti senam massal. Namun saat pelaksanaan ternyata lagu pengiring senam dinilai kurang pantas.

“Saran kami harus ada pembeda lagu untuk anak-anak dan dewasa. Kalau seperti senam tadi sebaiknya tidak melibatkan anak-anak karena memberikan edukasi yang tidak baik walaupun temanya olahraga,” kata Isuti.

Menurutnya, masih banyak lagu yang bisa dipilih untuk pengiring senam dengan peserta pelajar. Pihaknya menginginkan dari pelaksanaan senam ini peserta memperoleh manfaat, khususnya kesehatan dan edukasi.

Terkait dengan protes pelajar akan lagu dan gerakan senam, Kepala Bidang Olahraga Dispora Pandeglang, Heni Herdianti enggan berkomentar lebih jauh.

”Datang aja ke kantor kita harus bicara,” kata Heni melalui pesan singkat yang diterima wartawan.

Senam massal tersebut diikuti ratusan peserta, termasuk Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang hadir untuk membuka acara.

Redaktur : D Sudrajat
Reporter : Ari

Facebook Comments