Sebulan penuh berkarya di tengah masyarakat, mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur menutup program dengan pencapaian yang membanggakan dan komitmen yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan.
KKN Kelompok 64 UPN “Veteran” Jawa Timur menutup program Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Sawunggaling dengan menggelar Closing Ceremony yang penuh apresiasi dan kehangatan di Balai RW 11 serta melaporkan berbagai capaian selama sebulan terakhir, Senin (21/7/2025).
Acara dimulai pukul 13.10 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan susunan acara. Turut hadir dalam kegiatan ini Bapak M. Afrizal selaku Camat Wonokromo, Ibu Rizka Fadhillah selaku Lurah Kelurahan Sawunggaling, Bapak Sofjan Krishandoko selaku perwakilan Kelurahan Sawunggaling, Bapak Yulianto selaku Ketua LPMK, Bapak Rifai selaku Ketua RW 11 Kelurahan Sawunggaling, Bapak Satrija Wibowo selaku Ketua RW 5 Kelurahan Sawunggaling, Bapak Januar Akbar selaku Ketua Karang Taruna Kelurahan Sawunggaling serta Ibu Dita Atasa selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Dimana dalam sambutan yang disampaikan oleh Lurah Sawunggaling, Ibu Rizka Fadhillah, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN atas kontribusi dan semangat mereka dalam melaksanakan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami merasa terbantu dan kehadiran mahasiswa membawa semangat baru di lingkungan kami,” ujar Ibu Rizka Fadhillah. Sambutan juga disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Dita Atasa mengungkapkan rasa bangganya terhadap mahasiswa yang telah belajar dan berkontribusi secara langsung di tengah masyarakat. “KKN ini adalah momen penting untuk menerapkan ilmu dan membangun empati sosial,” ujar Ibu Dita Atasa.
Rangkaian sambutan dari masing-masing pihak menyoroti apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama pelaksanaan program KKN.
Acara dilanjutkan dengan penayangan after movie dokumentasi kegiatan mahasiswa selama berada di Kelurahan Sawunggaling. Video tersebut merekam berbagai momen kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjalankan program-program UMKM dan dolanan tradisional bersama anak-anak.
Program yang berhasil dilaksanakan oleh KKN Kelompok 64 di sawunggaling yakni yang Pertama Program Pendampingan UMKM Lokal dengan Membantu pelaku UMKM dalam pembuatan desain logo, desain kemasan, video profil, mendaftarkan UMKM di Google Maps serta pelatihan pemasaran digital melalui media sosial. Yang Kedua Program Dolanan Tradisional yang dilaksanakan bersama anak-anak untuk mengajarkan agar tidak terlalu sering bermain gadget seperti bermain congklak, cublak-cublak suweng, bakiak dll.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan plakat kepada pihak kelurahan serta bingkisan kepada dua tokoh masyarakat yang telah banyak membantu, yaitu Bapak Rifai dan Bapak Satrija. Dilanjutkan sesi testimoni dari lima pelaku UMKM yang telah didampingi selama KKN, yang menyampaikan kesan positif atas keterlibatan mahasiswa.
Salah satu pelaku UMKM binaan, Ibu Ewi UMKM yang dijalani bernama Neysha Craft pemilik usaha handmade rajutan menyampaikan pengalamannya selama mengikuti program pendampingan.

“Sangat berterima kasih sekali kepada Mahasiswa KKN yang telah memberi ilmu kepada saya dan saya merasa sangat terbantu. Mahasiswa KKN mengajari saya dalam mendesain banner, logo, dan packaging karena saya selama ini terlalu fokus kepada brand saja, namun dari mahasiswa KKN ini akhirnya membantu saya memberi solusi supaya lebih maju dan lebih berkembang lagi.” ujar Ibu Ewi
Untuk mencairkan suasana, panitia menyelenggarakan sesi games interaktif berhadiah yang melibatkan seluruh audiens.
Antusiasme peserta mencerminkan hubungan yang terjalin hangat antara mahasiswa dan warga. Lalu kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, tamu undangan, dan panitia.
“KKN mengajarkan kami bukan hanya untuk bekerja sama dalam tim, tapi juga memahami langsung kebutuhan masyarakat dan menjadi bagian dari solusi”, ujar Zidan, MC acara dan anggota KKN Kelompok 64.
Meski program KKN telah berakhir, jejak positif dan semangat pemberdayaan yang ditanamkan mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur diharapkan terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Sawunggaling.
Ditulis: Amalia Yuliana Syahba























