Logo Baru, Semangat Baru: Mahasiswa KKN Luncurkan Branding Gula Aren Tompo Bulu untuk Menembus Pasar Lebih Luas

0
121

Pangkep, Sulawesi Selatan – Gula aren Tompo Bulu kini punya wajah baru. Pada Jumat, 25 Juli 2025, dua mahasiswa peserta KKN Kebangsaan XIII meluncurkan logo resmi Gula Aren Tompo Bulu, sebagai bagian dari program branding dan digitalisasi produk lokal berbasis budaya.

Program ini digagas oleh Cindy Aprilia Mardiana, mahasiswa Teknologi Pangan dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, bersama Samsul Bahri Samiun, mahasiswa Manajemen dari STIMI YAPMI Makassar. Keduanya berkolaborasi mendampingi Bapak Akmal, produsen gula aren tradisional, dalam memperkuat identitas visual dan strategi pemasaran produk asli desa.

Logo yang diluncurkan menampilkan elemen khas alam Tompo Bulu dengan warna earthy tone dan ilustrasi tetes gula aren murni—simbol kemurnian rasa dan kekayaan lokal. Bukan sekadar simbol, logo ini menjadi gerbang menuju promosi produk yang lebih luas, baik offline maupun online.

Produk Gula aren Tompo Bulu kini punya wajah baru.

“Kami ingin gula aren Tompo Bulu punya identitas yang kuat. Dengan branding yang konsisten, produk ini tidak hanya dilihat sebagai komoditas, tapi sebagai bagian dari budaya desa yang bisa dibanggakan dan dipasarkan lebih luas,” ungkap Cindy Aprilia Mardiana.

“Ini bukan sekadar desain. Ini langkah awal untuk mengenalkan desa kami lewat produk unggulan. Kami bantu dari sisi pemasaran, konsep, hingga media promosinya,” tambah Samsul Bahri Samiun.

Selain peluncuran logo, tim KKN juga memberikan pendampingan strategi pemasaran, mulai dari penataan ulang kemasan, penulisan narasi produk, hingga produksi video promosi dan konten media sosial. Semua ini dilakukan sebagai upaya menyeluruh agar gula aren khas Tompo Bulu dapat naik kelas dan menjangkau pasar lebih luas, tanpa meninggalkan akar tradisi.

Dengan dukungan masyarakat dan semangat mahasiswa dari dua perguruan tinggi berbeda, program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas disiplin dan lintas kampus mampu menghadirkan dampak konkret di desa.

Gula Aren Tompo Bulu kini tidak hanya manis di lidah, tapi juga tampil lebih segar, percaya diri, dan siap melangkah lebih jauh. Dari desa untuk Indonesia. Dari tradisi menuju masa depan.

Penulis : Cindy Aprilia Mardiana