JELANG pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten, cabang olahraga (cabor) futsal mendapat protes keras dari peserta. Salah satunya Asosiasi Futsal Kota (AFK) Serang.

Ketua AFK Serang, Muhammad Arif Hamdi mengatakan, protes yang dimaksud adanya salah satu poin di Technical Handbook (THB) cabor futsal yang mencantumkan bahwa pelatih minimal memiliki sertifikat lisensi 1 AFC.

Menurut Arif, hal tersebut kurang pas. Pasalnya, Porprov sendiri tingkatannya provinsi. “Masa hajat provinsi lisensi pelatih harus AFC. Bila lisensi provinsi atau nasional lah masih masuk akal,” paparnya.

Ia menyampaikan, sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Umum Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Banten yang sekaligus Technical Delegate (TD) cabor futsal di Porprov VI Banten, Ashari. Yang bersangkutan menjelaskan bahwa mengikuti aturan di Porprov V Banten tahun 2018 lalu.

“Kebetulan saya di Porprov V Banten menjabat sebagai manajer futsal Kota Serang dan tidak ada peraturan itu. Saya pun pegang THB futsal 2018,” ucapnya.

Lalu dari hasil obrolan dengan TD bahwa usulan pelatih 1 AFC juga datang dari beberapa pengurus AFP Banten.

“Saya minta keputusan ini ditinjau ulang, karena tidak semua kabupaten dan kota di Banten memiliki pelatih berlisensi 1 AFC. Pun pelaksanaan tinggal hitungan bulan, kasihan daerah yang telah mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Exco AFK Pandeglang, Vanes Irwan. Menurutnya, lisensi nasional harusnya cukup, dari tujuan Porprov untuk menjaring atlet potensial bukan pelatih potensial.

“Kita ini pengembangan untuk mencari bakat atlit dan pelatih bukan menangani klub profesional,” jabarnya.

Menanggapi hal itu, Sekum AFP Banten, Ashari menerangkan alasan ada ketentuan 1 AFC untuk pelatih memang dari beberapa masukan.

“Mengacu dengan daerah lain seperti Jawa Barat (Jabar) yang sudah demikian dan peraturan Porprov sebelumnya,” terangnya.

Hanya saja, karena banyak protes yang dilayangkan tak hanya AFK Serang ada dari Pandeglang, Lebak, Kabupaten Serang maka akan berkomunikasi dengan tuan rumah yaitu Kota Tangerang.

“Nanti ada rapat TD kedua, Insya Allah disampaikan dan mudah-mudahan ada solusi. Salah satu yang akan saya tawarkan adalah membuat surat penyataaan bahwa tidak masalah terkait lisensi pelatih,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Porprov VI Banten cabor futsal, Muhammad Habil Saputra menuturkan, membuat aturan tersebut sudah lama dan mengacu pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang tujuannya meningkatkan mutu pelatih.

“Lagipula, pelatih bisa dari mana saja. Tidak hanya dari daerah yang bersangkutan. Supaya pelatih di sana pun terpacu dan termotivasi untuk mengupgrade dirinya,” tuturnya.

Hanya saja, bila banyak protes, akan dikoordinasikan dengan TD. “Apakah di revisi atau diubah,” pungkasnya.

Redaktur: Rizal Fauzi

Reporter: Firoh

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here