TANGERANG – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten terus digelar di beberapa kota dan kabupaten.

Bahkan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Provinsi Banten dan Hari Pangan se-Dunia, GPN Digelar di Alun-alun Tigaraksa Kabupaten Tangerang, Sabtu (14/10/2023).

Pada stand Gerakan Pangan Murah, tak hanya menjual sembilan bahan pokok yang harganya dibawah harga pasar. Namun juga ditampilkan olahan pangan lokal sebagai sumber karbohidrat.

PJ Gubernur Banten Al Muktabar saat mengunjungi stand Gerakan Pangan Murah

PJ Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, Pemprov Banten ingin menyosialisasikan olahan ubi, talas, dan tepung sagu sebagai sumber karbohidrat pengganti beras.
“Tujuannya untuk menekan konsumsi beras masyarakat yang setiap tahun meningkat,” kata Al Muktabar.

Selain memperkenalkan sumber karbohidrat selain nasi, sambungnya, Pemprov Banten juga memperkenalkan olahan daun kelor sebagai salah satu sumber protein untuk percepatan penanganan stunting.

Sebelumnya Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Haris mengatakan, tujuan besar dari digelarnya GPM yakni untuk membantu masyarakat agar dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau dan di bawah harga pasar, menjaga ketersediaan bahan pangan, meningkatkan daya beli masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

PJ Gubernur Banten menunjukan salah satu produk yang dijual di stand Gerakan Pangan Murah

“GPM dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta didukung oleh berbagai pihak,” ujarnya.

Pihak-pihak yang terlibat diantarnya adalah Perum Bulog, Kementerian Perdagangan
Kementerian Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Swasta.

“GPM dilaksanakan secara rutin, baik di tingkat nasional maupun daerah. GPM biasanya dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan dan nasional, atau ketika terjadi kenaikan harga pangan,” tandasnya.

 

Facebook Comments