Serapan Angaran Jeblok Pandeglang Terancam

0
111

PEMKAB Pandeglang terancam tidak mendapat transfer Dana Alokasi Khusus (DAK), karena hingga Juni realiasi DAK di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih di bawah 50 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pandeglang, Ramadani mengatakan, hingga saat ini realisasi anggaran secara umum masih di bawah 50 persen.

Pihaknya menekankan agar seluruh OPD untuk memaksimalkan realisasi anggaran hingga Jumat pekan ini. “(Serapan anggaran, red) masih di bawah 50 persen,” kata Ramadani saat dihubungi melalui telepon, Selasa (11/07/2017) pagi.

Dia menyebut, target serapan DAK tahap dua minimal 75 persen. Namun, jika tidak mampu menyerap DAK sesuai target maka tahun depan pemerintah daerah terancam tidak akan mendapat transfer DAK dari pusat.

“Konsekuensinya pemerintah pusat tidak akan mentransfer DAK. Dinas Kesehatan dan DPUPR yang serapannya masih rendah,” kata dia.

Wakil Ketua DPRD Pandeglang, Erin Fabiana mengaku, prihatin dengan masih rendahnya serapan DAK di beberapa OPD.

“Kami prihatin dengan estimasi serapan DAK hingga Juli masih rendah. Ini akan berdampak terhadap ancaman bagi Pemkab Pandeglang tidak akan mendapatkan kucuran DAK lagi dari pusat,” terang Erin.

Dia menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 50 Tahun 2017 menyebutkan, jika hingga 19 Juli 2017 realisasi DAK di bawah 75 persen, maka kabupaten/kota akan disetop kucuran DAK oleh pusat.

“Jika tak mampu menyerap DAK sesuai target, konsekwensinya pusat tidak akan mentransfer lagi. Ini kan kerugian, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat yang tidak menerima manfaat dari pembangunan,” pungkas politisi dari Fraksi Gerindra ini.

Sebelumnya, Bupati Irna Narulita mengancam, memutasi Kepala OPD yang tidak mampu mengelola DAK sesuai target.

“Kika dinas yang memiliki DAK tidak mampu menyerap sesuai target, maka kepala dinasnya akan ibu mutasi Agustus nanti. Kalau tidak bisa bekerja dengan baik, kita akan rotasi,” tegas Bupati Irna di Gedung DPRD Pandeglang, Senin (10/7) lalu.

Agar realisasi DAK sesuai target, sambung Irna, pihaknya sudah membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi ke tiap OPD. Bahkan, ia juga akan intens melakukan komunikasi dengan BPKD.

“Sekarang ratas (rapat terbatas, red) seminggu dua kali, Senin dan Jumat. Ratas hari Senin itu umum dan Jumat lebih spesifik,” tukasnya.

 

Redaktur: D. Sudrajat
Reporter: Ray

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here