Unjuk Rasa Kondisi Ekonomi Terjadi di Ibu kota Iran

0
202

PARA pengunjuk rasa di Ibu Kota Iran dikabarkan mengerumuni Bazaar Besar yang bersejarah, Senin (25/06/2018), Associated Press melaporkan. Akibatnya, para pedagang menutup kios mereka. Pemrotes tampaknya marah atas masalah ekonomi di Republik Islam itu, beberapa bulan setelah demonstrasi serupa mengguncang negara itu.

Demonstrasi yang tidak direncanakan itu terjadi sehari setelah protes memaksa dua pusat perbelanjaan utama untuk ponsel dan barang elektronik tutup di Teheran.

Belum jelas siapa yang memimpin protes itu. Kantor berita setengah resmi, ISNA, menyebut protes itu pecah setelah jatuhnya nilai mata uang rial Iran menjadi 90 ribu untuk satu dolar Amerika di pasar gelap negara tersebut, walaupun pemerintah berusaha mengendalikan kurs mata uangnya.

Video yang dimuat di media sosial menunjukkan pemrotes di Bazar Besar tadi mengejek pedagang yang tidak mau menutup kios mereka, dengan meneriakkan dalam bahasa Farsi: “Pengecut!”

Masalah ekonomi terbaru Iran terjadi sementara perusahaan-perusahaan internasional menarik diri dari negara itu setelah keputusan Presiden Donald Trump untuk menarik Amerika dari persetujuan nuklir Teheran dengan negara-negara kuat dunia.

Pada akhir tahun lalu, protes ekonomi serupa melanda Iran dan menyebar ke kira-kira 75 kota besar dan kecil, dan menjadi demonstrasi terbesar di negara itu sejak pemilihan presiden yang disengketakan tahun 2009. Protes bulan Desember dan awal Januari itu mengakibatkan tewasnya 25 orang dan hampir 5.000 orang ditangkap oleh pihak berwenang.

Redaktur : A Supriadi
Sumber : VOA Indonesia

Facebook Comments