DUGAAN bullying atau perundungan kembali terjadi di dunia pendidikan di Kota Serang. Kali ini terjadi di Sekolah Dasar Negeri 13 Kota Serang.

Tidak tanggung sebanyak lima murid SD yang menjadi korban perundungan dari teman sekelasnya. Salah satunya akhirnya mengadukan kepada orang tua dan keluarganya, pasca diintimidasi teman sekelasnya.Keluarga korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.

“Keponakan saya sudah beberapa hari tidak bersekolah setelah mendapat tekanan dari teman sekelasnya,” ungkap paman korban kepada media, kamis (30/11)

Berdasarkan laporan tersebut Dindikbud Kota Serang bersama Kepala SDN 13 dan Wali kelas 5C mengadakan mediasi dengan memanggil anak terduga pelaku dan korban bersama orang tuanya, Jum’at 01/12/2023.

Dari hasil mediasi ditemukan bahwa kasus bullying tersebut telah terjadi sejak mereka sama-sama duduk di bangku kelas 4 SDN 13 Kota Serang,

“Sudah beberapa kali kita mediasikan antara orang tua dan anak-anak nya, agar masalah tersebut segera selesai secara kekeluargaan, dan agar hubungan antara Anak-anak tersebut kembali harmonis,” kata Lilis, wali kelas 5 C, saat menjelaskan kronologisnya.

Menurut Kepala SD 13 Kota Serang, Nina Rostiana, dirinya belum mengetahui kejadian yang sudah berlangsung lama ini. Menurut keterangannya, pihaknya selalu menginstruksikan kepada jajaran guru agar tidak terjadi bullying di lingkungan SDN 13 Kota Serang.

“Setiap kegiatan pasti saya instruksikan kepada para guru agar tidak terjadi bullying,” ujarnya.

Sementara itu Kasi Pendidikan dan Pembangunan Karakter Dindikbud Kota Serang, Rochmawati, mengatakan bullying merupakan masalah yang harus di tangani secara bersama-sama oleh semua pihak. Untuk itu ia mengharapkan agar pihak sekolah terus berupaya dan mencari solusi agar bullying tidak kembali terjadi.

“Saya harap permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan jangan sampai terulang kembali, ” tuturnya saat memberikan nasihat kepada orang tua dan pihak sekolah.

Terpisah, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Tb. M. Suherman, mengatakan pihaknya sangat serius untuk menangani kasus bullying yang dapat mengakibatkan kekerasan fisik maupun psikis pada anak.

“Kita berupaya terus melakukan perbaikan di dunia pendidikan Kota Serang, terutama pada kasus bullying dengan menghadirkan sekolah ramah anak di seluruh wilayah Kota Serang,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui pada 17 Oktober 2023 lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, mendeklarasikan anti tawuran, bullying dan kekerasan fisik maupun psikis di wilayah pendidikan Kota Serang.

Namun demikian, pengamat dunia pendidikan, Ucu Gabriel Jauhari mengatakan bullying harus diusut sampai tuntas, jangan sampai psikis anak terganggu yang akan mengakibatkan depresi.

“Ketika anak tersebut sudah tidak mau bersekolah bahkan minta pindah berati sudah ada dampak psikis dari bullying dan dikhawatirkan akan terus di ingat hingga anak tersebut dewasa,” tuturnya.

Redaktur: Dendi S

Reporter: Feri

Facebook Comments