KEPALA Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang Nasir memastikan alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Pandeglang bertambah, yang awalnya sebanyak 17.248 ton Urea dan 11.669 ton NPK, menjadi 29.481 ton Urea dan 24.946 ton NPK.
Nasir menjelaskan, terkait kebijakan penambahan pupuk bersubsidi tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah merespon cepat dengan menerbitkan SK Bupati Pandeglang tanggal 27 Mei 2024 untuk melakukan penyesuaian penambahan alokasi pupuk subsidi oleh pemerintah pusat.
“Upaya tersebut adalah bentuk percepatan kami agar pupuk subsidi di Kabupaten Pandeglang tersedia agar program-program swasembada pangan di Kabupaten Pandeglang berjalan dengan baik,” kata Kepala DPKP Pandeglang Nasir melalui pesan rilis, Jumat (8/11/2024).
Diungkapkan, stok di Gudang Pupuk Indonesia di Kabupaten Pandeglang per hari ini tersedia sebanyak 2.788 ton Urea dan 2.632 ton NPK. Jumlah stok tersebut lebih besar 117% dari kewajiban pemenuhan ketentuan stok minimum Permendag sebesar 4.651 Ton.
“Hari Kamis (07/11/2024) kemarin, bersama rombongan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kami telah lakukan pengecekan stok di beberapa wilayah, dimana pupuk bersubsidi baik itu Urea dan NPK semua tersedia baik di gudang produsen, distributor bahkan stok di kios,” ungkapnya.
Upaya lain yang dilakukan pihaknya bersama seluruh mitra dan instansi yang terlibat diantaranya berperan aktif mendorong pendataan petani yang belum masuk di ERDKK pada setiap kesempatan pembukaan portal ERDKK atau setiap 4 (empat) bulan sekali.
“Kaitan penambahan pupuk subsidi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat itu sudah kami informasikan kepada Kelompok Tani, Petani & KTNA di setiap pertemuan penyuluh pertanian lapangan (PPL), kami juga menyampaikan bahwa penebusan cukup membawa KTP bagi petani yang terdaftar di ERDKK, kami pun terus menyisir petani yang memang belum terdaftar di ERDKK untuk dimasukan kedalam data ERDKK,” imbuhnya.
Redaktur : Fauzi























