PARA nelayan yang memaksakan melaut dalam kondisi cuaca terbilang buruk, mendapatkan hasil tangkapan nelayan di kabupaten Pandeglang, Banten, turun drastis. Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah pesisir laut di Pandeglang menjadi penyebab minimnya hasil tangkapan ikan. Namun demikian, para nelayan masih saja melaut demi kebutuhan sehari-hari.
Dari pantauan aktifitas tempat pelelangan ikan di desa Teluk, kecamatan, Labuan, Pandeglang, Banten, sejumlah pedagang ikan terlihat menjajakan dagangannya menjual hasil tangkapan nelayan yang baru saja tiba ke daratan.
Meski hasil tangkapan ikan para nelayan terbilang minim akibat cuaca buruk, para nelayan di kecamatan Labuan masih saja beraktivitas melaut meski ini sangat membahayakan keselamatan mereka.
Yadi salah seorang nelayan mengaku, ia memberanikan diri melaut dekat rekan-rekannya untuk mencari ikan. Langkah ini dilakukan dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.
“Sudah satu bulan lebih ga melaut, kalau kondisi ini terus berlanjut, kami mau makan apa kang,” ungkap Yadi.
Dalam sehari jika cuaca bagus ia dan rekan nya mengaku kerap mendapatkan hasil tangkapan yang cukup banyak dan itu cukup untuk kebutuhan mereka selama dua hingga tiga hari. Kondisi sekarang dengan cuaca buruk, gelombang air laut cukup tinggi, jadi hasilnya sangat lah kurang.
“Air laut gelombang nya cukup tinggi bisa sampai lima sampai 10 meter kang. Jadi wajar tangkapan kami turun,’ kata Yadi.
Sementara, Rini penjual ikan mengatakan, sangat bersyukur ada ikan lagi yang ia bisa jual. Meski sedikit, ini bisa buat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sedikit banget, tapi lumayan lah bisa buat jajan dan makan di rumah hasil penjualannya,” kata Rini.
Para nelayan berharap cuaca bisa semakin membaik agar hasil tangkap para nelayan meningkat kembali dan ekonomi mereka bisa kembali normal.
Redaktur : Fauzi























