Berantas Penyakit Kulit Warga Binaan, Ini Yang Dilakukan Rutan Kelas IIB Pandeglang

0
203

UNTUK mencegah mewabahnya penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu Sarcoptes Scabies, Rutan Kelas IIB Pandeglang lakukan pengobatan gratis kepada seluruh Warga Binaan pada Kamis (18/8/2022).

Pengobatan yang diikuti sekitar 279 WBP ini, merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Pandeglang dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dengan mengusung tema “Gerakan Pemberantasan Gatal-Gatal Plus”.

“Penyuluhan dan pengobatan gratis ini merupakan langkah preventif dan represif yang dilakukan agar warga binaan selalu dalam kondisi sehat di tengah kondisi over kapasitas di Lapas,” ungkap Kepala Rutan Kelas IIB Pandeglang, Jupri melalui Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Sudrajat kepada Tuntas Media.

“Kegiatan kami pada hari ini, terselenggara berkat kerjasama dengan dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang mengirimkan 2 dokter kulit,” tambahnya.

Dirinya menyebut, jika kegiatan seperti sangat membantu untuk mengatasi penyakit yang sejak dulu menghinggapi para Warga Binaan.

“Di tengah keadaan seperti itu, sangatlah rentan untuk para WBP mengalami penyakit kulit yang sudah klasik. Sehingga, kegiatan ini sangat membantu dan menjadi salah satu solusi untuk menghadapi permasalahan yang ada di Rutan kami,” terang Ajat.

Ditempat yang sama, Dokter Rutan Kelas IIB Pandeglang, Elaine Ariadne Lase mengatakan, bahwa pengobatan penyakit kulit untuk warga binaan akan berlangsung sepekan kedepan.

“Seluruh warga binaan yang menderita penyakit kulit maupun yang tidak, kami periksa dan lakukan pengobatan. Dan kegiatan pengobatan ini kami lakukan sampai 7 hari atau satu Minggu. Di mulai dari sosialisasi, pemeriksaan, pengobatan, hingga pembersihan blok atau kamar seluruh warga binaan, serta mencuci seluruh pakaian dan apapun yang berbahan kain,” katanya.

Elaine menjelaskan, sebelumnya semua warga binaan sudah diperiksa hanya saja pemeriksaannya menggunakan alat skrining. Jadi tidak sampai menggunakan mikroskopis.

“Nah dibantu FKUI, ini menggunakan mikroskopis. Jadi pemeriksaannya bisa lebih dalam,” tutupnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here