Dispenda dan Satlantas Polres Pandeglang Razia Pajak Kendaraan

0
108

JAJARAN Sat Lantas Polres Pandeglang, bersama Dinas Pendapatan Asli Daerah (Dispenda) UPT Pengeloan Pendapatan Daerah Pandeglang, menggelar razia kendaraan bermotor di Jalan Raya Pandeglang-Labuan, tepatnya di depan Kantor cabang PUPR Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Kamis (13/02/2020).

Razia kendaraan tersebut, selain untuk menekan angka kecelakaan lalu lintaa dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan juga sebagai upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Setiap kendaraan yang melintas di Jalur Pandeglang-Labuan diberhentikan petugas kepolisian dan Dispenda. Mereka digiring ke halaman Kantor Cabang PUPR Provinsi Banten untuk kemudian diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraannya.

“Kita melaksanakan giat masing-masing tugasnya, Sat Lantas sendiri melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan STNK, maupun SIM, dan perlengkapan kendaraannya. Untuk Dispenda mengantisipasi pajak yang sudah mati,” ujar Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pandeglang, Iptu Dadan.

Ia mengatakan, razia ini akan rutin dilakukan. Dari hasil penilangan banyak ditemukan pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), dan pengendara di bawah umur. Ia pun mengimbau masyarakat Kabupaten Pandeglang agar selalu tertib berlalu lintas dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas.

“Tadi yang terjaring razia itu banyak tidak memiliki surat-surat berkendara, dan anak dibawah umur,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pengeloan Pendapatan Daerah (PPD) Pandeglang, Tati Maryati mengatakan, razia tersebut akan dilakukan empat kali dalam sebulan. Kegiatan tersebut akan terus dilakukan karena banyaknya kendaraan khususnya kendaraan roda dua yang menunggak pajak dari 2015 hingga 2019.

“Yang menunggak pajak kita catat, dan kita kasih waktu tujuh hari kepada si penunggak pajak dan kita tunggu di Samsat agar secepatnya dibayar,”

Adapun untuk pengedara yang terjaring razia, dapat melakukan pembayaran pajak di samsat keliling yang sudah disediakan oleh UPT Pengelola Pendapat Daerah.

“Seperti tadi ada kendaraan roda empat yang menunggak bayar pajak dua bulan, tetapi dia tadi bayar langsung di Samsat Keliling,” pungkasnya.

Ahmad (30), salah seorang pengedara roda empat yang berasal dari Cikupa, Tangerang menuturkan, dirinya terjaring razia karena pajak kendaraannya mati. Akan tetapi karena adanya Samsat Keliling, ia menyempatkan untuk segera membayar di lokasi razia.

Ia juga mengapresiasi razia yang dilakukan pihak Satlantas Polres Pandeglang dan UPT pengelola Pendapat Daerah. Karena menurutnya, hal tersebut dapat mencegah adanya kriminalitas dan mengingatkan kepada semua pengedara agar selalu bayar pajak tepat waktu.

“Tadi saya ketilang karena pajak saya lewat. Saya langsung perpanjang di Samsat Keliling, ya bagus juga sih ada rajia seperti ini, mencegah kriminalitas juga. Mungkin orang bisa berpikir lagi bisa taat pajak dan mentaati peraturan lalulintas,” tuturnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here