DPRD Pandeglang Kawal Implementasi Perda No 2 Tahun 2021 Tentang Kepemudaan

0
60

DALAM upaya mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2021, elemen mahasiswa yang terdiri dari beberapa organisasi kemahasiswaan diantaranya, HMI, LMND, PMII, GMNI dan HMB serta Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Kabupaten Pandeglang, melakukan diskusi dengan akademisi dan Anggota DPRD Pandeglang, yang diselenggarakan Sekretariat DPRD Pandeglang, di Cafe Pucuk Pare, Desa Kupa Handap, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (30/11/2023).

Ketua LMND Pandeglang, Muhammad Abdulah mengatakan, bahwa selama ini Perda tersebut belum ada implementasinya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.

“Perda nomor 2 tahun 2021 ini seperti banci, dibuat tapi tidak diimplementasikan oleh Pemkab. Dalam Perda nomor 2 tahun 2021 Bab X pasal 38 ayat 1 pemerintah daerah menyediakan dana untuk mendukung pelayanan kepemudaan paling sedikit 2 persen dari APBD,” kata M Abdulah usai diskusi.

“Pada ayat 2 menyebutkan, pelayanan kepemudaan paling sedikit 2 persen dari APBD sebagaimana dimaksud ayat 1 disesuaikan dengan kemampuan daerah. Selama ini kan, implementasinya belum ada,” sambungnya.

Oleh karena itu, lanjut Abdulah, dengan adanya diskusi ini, pihaknya menyampaikan kepada wakil rakyat yang hadir dalam diskusi untuk dijadikan bahan pembahasan.

“Tadi sudah kami sampaikan dalam diskusi, kebetulan yang hadir anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, Dodi Setiawan. Kami meminta untuk dibahas hasil diskusi ini. Jangan sampai Perda ini menjadi banci, dibuat tapi tidak dilaksanakan,” ungkapnya.

Narasumber sekaligus dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (STISIP) Banten Raya, Ari Supriadi menjelaskan, jika Undang-Undang 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan pasal 1 menyatakan bahwa Pemuda adalah penduduk berumur 16-30 tahun.

“Dari segi demografi, kelompok umur 16-30 tahun tergolong usia pemuda, dan usia produktif 16 tahun dan diatas 64 tahun,” katanya.

Menurutnya, Perda Kepemudaan dinilai dapat membuka ruang dan peluang khususnya bagi para Pemuda di Kabupaten Pandeglang, agar dapat berdaya saing.

“Mengingat para generasi muda merupakan penerus bangsa, terutama harus berkiprah dalam hal proses pembangunan Kabupaten Pandeglang di masa depan. Jadi kalian jangan hanya memiliki kemauan, akan tetapi harus bisa mengejarnya,” ungkap Ari.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, Dodi Setiawan menuturkan, jika dalam Perda tersebut sudah dijelaskan tentang anggaran untuk kegiatan kepemudaan di Kabupaten Pandeglang.

“Perda no 2 tahun 2021 tentang kepemudaan, adalah bentuk usul legislatif untuk para pemuda di Kabupaten Pandeglang. Misalnya saja, anggaran tahun 2024 dari APBD 2,4 triliun yang sudah di sahkan, ada jatah untuk seluruh pemuda itu 2 persen atau sekitar 48 miliyar. Dan Perda ini akan kami dorong melalui dinas terkait agar aspirasi dari mahasiswa segera dibahas pada Musrenbang 2024. Kemudian kami juga akan mendorong dinas terkait, agar segera membuat Peraturan Bupati,” katanya.

Sementara Panitia Pelaksana Diskusi, Endan Umar menerangkan, diskusi ini merupakan inisiasi dari Sekretariat DPRD Pandeglang untuk menampung aspirasi pemuda.

“Daripada melakukan aksi unjuk rasa, lebih baik kan diskusi seperti ini. Selain aspirasinya tersampaikan, kita bisa silaturahmi sambil ngopi bareng. Sesuai dengan arahan pimpinan, aspirasinya dapat silaturahminya juga dapat,” singkatnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here