Gula Aren Tompo Bulu Bangkit: Mahasiswa KKN Kebangsaan XIII 2025 Dorong Inovasi dan Rebranding Produk Lokal

0
36

Pangkep, Sulawesi Selatan – Dalam semangat mengabdi untuk negeri, Cindy Aprilia Mardiana, mahasiswa KKN Kebangsaan XIII tahun 2025 dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, menggagas program inovatif bersama timnya untuk membangkitkan kembali potensi gula aren khas Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Selama pelaksanaan KKN di bulan Juli 2025, Cindy bersama mahasiswa lainnya menggandeng Bapak Akmal, produsen lokal gula aren tradisional, dalam upaya diversifikasi produk menjadi gula semut dan gula cair, serta melakukan rebranding dengan kemasan baru yang lebih modern dan menarik. Selama ini, Bapak Akmal hanya memproduksi gula aren balok saat ada pesanan karena keterbatasan akses distribusi dan minimnya promosi. Terlebih, tidak adanya layanan ekspedisi di desa membuat pemasaran secara daring pun belum bisa dioptimalkan.

“Gula aren Tompo Bulu ini adalah warisan. Murni, alami, dan punya cerita. Sayang sekali kalau hanya berhenti di dapur-dapur sekitar. Kami ingin membawanya lebih jauh—menjadi produk budaya yang punya nilai ekonomi dan daya tarik wisata,” ujar Cindy Aprilia Mardiana, penuh semangat.

Selain meningkatkan nilai tambah produk, program ini juga menjadi bagian dari pengembangan wisata budaya lokal. Desa Tompo Bulu memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukatif bertema “Gula Aren dari Hulu ke Hilir”, sejalan dengan tema besar KKN Kebangsaan XIII: Wisata Budaya, Warisan Dunia – Aksi Kebangsaan, Kampus Berdampak Mengabdi untuk Negeri.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tapi juga memberi ruang baru bagi desa untuk tumbuh dan dikenal lebih luas. Gula aren Tompo Bulu kini tidak hanya manis di rasa, tapi juga manis dalam harapan masa depan desa.

Penulis: Cindy Aprilia Mardiana