GURIANG Tujuh Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pusat kebudayaan dan seni di Lebak, Banten, tetapi juga menjadi tempat yang ramah anak. Tempat ini memberikan pengalaman edukatif yang unik bagi anak-anak, menjadikannya lebih dari sekadar ruang untuk kegiatan seni.
Di Guriang Tujuh Indonesia, anak-anak dapat bermain di area khusus yang dirancang untuk mendukung perkembangan kreatif dan intelektual mereka. Mereka dapat belajar tentang berbagai aspek seni dan budaya melalui interaksi langsung dengan koleksi yang ada. Koleksi tersebut mencakup berbagai artefak budaya tradisional seperti alat musik, pos kolonial, dan peralatan sehari-hari dari zaman dahulu yang memberikan gambaran tentang kehidupan dan sejarah masyarakat Banten.
Direktur Guriang Tujuh Indonesia, Dede Abdul Majid, menekankan pentingnya menyediakan ruang yang mendukung pembelajaran dan kreativitas bagi anak-anak.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya datang untuk bermain, tetapi juga untuk belajar dan menghargai budaya mereka sendiri. Di sini, mereka bisa melihat dan merasakan langsung bagaimana alat musik tradisional dimainkan, atau bagaimana proses pembuatan kerajinan tangan dilakukan,” ujar Dede Abdul Majid dalam wawancara, Kamis (8/8).
Selain itu, Guriang Tujuh Indonesia juga kerap menyelenggarakan berbagai workshop dan kegiatan interaktif untuk anak-anak. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan mereka pada seni teater, musik, tari, dan kerajinan tradisional. Dengan cara ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis tetapi juga keterampilan praktis yang bisa mereka kembangkan lebih lanjut.
“Kami percaya bahwa pendidikan budaya harus dimulai sejak dini. Dengan menyediakan tempat yang menyenangkan dan mendidik, kami berharap dapat menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap warisan budaya kita di hati anak-anak,” tambah Dede.
Guriang Tujuh Indonesia tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak tetapi juga bagi orang tua, guru, pelajar, seniman, dan masyarakat luas. Tempat ini menyediakan berbagai program pendidikan yang dapat diintegrasikan dengan kurikulum sekolah, memberikan peluang bagi para guru untuk mengadakan pembelajaran luar kelas yang menyenangkan dan bermanfaat.
Dengan visi yang jelas untuk melestarikan budaya dan mendidik generasi muda, Guriang Tujuh Indonesia terus berinovasi dan memperluas program-programnya. Tempat ini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah pusat seni dan budaya bisa berperan lebih dari sekadar tempat berkegiatan seni, tetapi juga sebagai ruang yang mendukung pembelajaran dan perkembangan anak-anak.
Guriang Tujuh Indonesia membuka pintunya lebar-lebar bagi semua kalangan untuk datang dan merasakan pengalaman unik ini. Dengan berbagai program yang ditawarkan, diharapkan tempat ini dapat terus menjadi pusat pembelajaran dan pelestarian budaya yang berkesinambungan.(*)






















