BERAGAM, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang kini digencarkan oleh Pemerintah baik yang ada di setiap Provinsi dalam mengkonsumsi pangan lokal bagi masyarakat, salah satu daerah yang berhasil dalam program B2SA adalah Kabupaten Pandeglang. Kabupaten Pandeglang sendiri akan menjadi pelopor B2SA bagi masyarakatnya dan juga untuk daerah-daerah lain.
Keberhasilan B2SA di Kabupaten Pandeglang yang dibantu oleh peran aktif Chef Ranu dalam memberikan edukasi pengelolahan pangan lokal yang lezat sehingga bisa sebagai pengganti nasi dam terigu untuk dikonsumsi oleh masyarakat Pandeglang.
Chef Ranu menjelaskan banyak sekali olahan pangan lokal yang mudah diciptakan sebagai olahan yaitu pie singkong, pizza singkong, lemper singkong, nasi bakar dari singkong, siomay singkong, sop singkong, soto singkong dan sebagainya.
“Salah satu contoh yang sudah berhasil adalah keluarga bapak Acang, yang sempat viral pemberitaannya di media sosial dimana keseharian keluarga nya mengkonsumsi singkong dan pisang mentah,” katanya saat sosialisasi B2SA.
Saat ini lanjut Ranu, jangan pernah berhenti dalam mengkampanyekan pangan lokal untuk dikonsumsi.
“Masyarakat perkotaan saat ini sangat antusias dan pelan pelan sudah mulai beralih ke pangan lokal (panglok) dan mengurangi konsumsi terigu dan beras,” tambahnya.
Ia menghimbau kepada masyarakat jangan pernah bosan untuk mengkonsumsi pangan lokal, semoga bukan Kabupaten Pandeglang saja, akan tetapi Se Provinsi Banten serta kalau bisa Se Nasional sesuai dengan slogan “Isuk Isuk Teu Dahar Kejo, Masyarakat sudah beralih ke umbi umbian.
Redaktur : D Sudrajat
Reporter : Farid























