Kebijakan Soal Minyak Goreng Curah Bikin Ribet Penjual Dan Pembeli

0
73

ATURAN baru pembelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi peduli lindungi, menuai kontra di lingkungan masyarakat.

Pada tanggal 27 Juni 2022 kemarin, Pemerintah sudah melakukan sosialisasi pembelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi peduli lindungi.

Para pedagang dan pembeli minyak goreng curah di Pasar Badak Pandeglang, mengaku sudah mengetahui kebijakan tersebut. Namun para pedagang dan pembeli mengaku, bahwa kebijakan pemerintah itu dinilai sangat merepotkan.

“Iyah saya sudah tahu aturan itu, sangat merepotkan pedagang maupun pembeli. Kemarin saja diharuskan pakai KTP kita tidak menerapkan. Apalagi sekarang harus menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi, saya saja pakai handphone jadul,” kata salah satu pedagang minyak goreng curah, Iyus, Selasa (28/6/2022).

Para pedagang di Pasar Badak Pandeglang pun tidak mewajibkan para pembeli menujukan aplikasi peduli lindungi ataupun KTP, dan pedagang pun tidak menerapkan batas pembelian.

“Kita tidak menerapkan, karena kasian sama warga yang beli minyak goreng curah. Keadaan sedang sulit seperti ini, masa kita mau mempersulit lagi,” jelas Iyus.

Selain itu, Iyus menyebut bahwa saat ini minyak goreng curah sudah mengalami penurunan harga, yakni Rp.13 ribu per liter.

“Kalau untuk harga alhamdulillah sudah turun, sekarang hanya Rp.13 ribu saja per liternya,” singkatnya.

Sementara itu, salah satu pembeli minyak goreng curah di Pasar Badak Pandeglang, Tatu mengatakan, bahwa sudah mengetahui kebijakan tersebut, namun ia juga menilai bahwa kebijakan pemerintah terkait minyak goreng sangat menyulitkan dan dianggap tidak perlu diterapkan.

“Waduh terkait kebijakan itu sangat ribet, kita kan ibu-ibu, mana ingat soal aplikasi dan bawa KTP ke pasar. Ekonomi saja masih sulit, ini mau dipersulit lagi soal kebijakan,” ungkapnya.

Para pedagang dan pembeli minyak goreng curah di Kabupaten Pandeglang berharap, agar pemerintah mencabut kebijakan tersebut agar tidak membuat masyarakat kebingungan.

“Semoga kebijakan itu dicabut, karena kita masyarakat kebingungan,” imbuhnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here