BANTEN — Perubahan zaman dan perkembangan teknologi membawa tantangan tersendiri dalam upaya menjaga ingatan sejarah dan kebudayaan daerah. Kondisi tersebut mendorong perlunya keterlibatan generasi muda dalam mengenal, memahami, serta merawat sejarah Banten sebagai bagian dari identitas masyarakat.

Hal tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kegiatan “Menjaga Ingatan Banten: Diskusi Publik tentang Sejarah, Kebudayaan, dan Penguatan Identitas Generasi Muda”

Kegiatan tersebut menghadirkan Anton Nasrullah selaku sekrpodi magister manajemen/dosen yang terdiri atas [pelajar/mahasiswa/komunitas budaya/akademisi/masyarakat umum]. Diskusi membahas berbagai persoalan mengenai bagaimana sejarah dan kebudayaan Banten dapat tetap dikenal dan dipahami oleh generasi muda di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi informasi.

Dalam diskusi, peserta diajak melihat sejarah bukan hanya sebagai rangkaian peristiwa masa lalu, tetapi sebagai sumber pengetahuan yang dapat membantu generasi muda memahami asal-usul, nilai budaya, serta identitas daerahnya. Pemahaman tersebut dinilai penting agar warisan sejarah dan budaya tidak terputus antar-generasi.

Anton Nasrullah menjelaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan sejarah dan kebudayaan Banten. Pemanfaatan media digital, kegiatan komunitas, pendidikan, dokumentasi, serta berbagai ruang kreatif dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah dan budaya kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan generasi muda.

Selain pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan [sesi tanya jawab/diskusi kelompok/presentasi budaya/pemutaran film dokumenter/pameran arsip atau kegiatan lainnya]. Peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mengenai sejarah serta kebudayaan Banten di lingkungan masing-masing.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, mengenai pentingnya merawat sejarah dan kebudayaan daerah. Melalui keterlibatan generasi muda, upaya menjaga ingatan sejarah diharapkan dapat terus berkembang sesuai dengan tantangan dan perubahan zaman.

Merawat sejarah Banten bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga memastikan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan tetap dapat dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, kolaborasi antara generasi muda, komunitas, akademisi, budayawan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ingatan sejarah Banten.